Polemik: Pelarangan Mengenakan Jilbab di Geeta International School

Rabu, 25 Januari 2012
Share this history on :

Hingar bingar kontroversi di negeri ini tak pernah ada habisnya. Belum selesai pengusutan kasus korupsi besar yang melibatkan banyak politisi, masalah dengan warna berbeda mencuat ke permukaan. Geeta International School (GTS) mengejutkan banyak orang karena membuat peraturan yang ‘menyinggung’ persoalan keberagamaan di negeri ini. Sekolah elit yang ada di Cirebon itu melarang siswinya mengenakan jilbab ketika di sekolah. Anehnya, GTS adalah sekolah umum yang mengharuskan adanya pembauran kultural mau pun kepercayaan di dalamnya.


GTS jelas telah melanggar nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar yang telah memberikan jaminan kebebasan dalam memeluk dan menjalankan keyakinan beragama. Hal ini diungkapkan oleh seorang Pengamat Pendidikan, Arif Budiman. “Menjalankan keyakinan sesuai yang diakui negara telah dijamin dalam Undang-Undang dan Pancasila,” tuturnya seperti dimuat di Republika (23/1).

Arif selanjutnya mengatakan bahwa Sisdiknas telah mengatur kebebasan dalam menjalan keyakinan masing-masing, “Jadi, tidak alasan sekolah untuk tidak menaatinya.”

Polemik masalah jilbab tidak kali ini saja terjadi, termasuk banyak terjadi di luar negeri. Kasus pelarangan pernah terjadi di Perancis dan Azerbaijan misalnya. Kedua kasus pelarangan ini merambah ke publik internasional dan menimbulkan berbagai macam reaksi. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yunahar Ilyas mengherankan kejadian tersebut karena sekarang ini banyak negara sekuler dan liberal di Eropa sudah membolehkan pemakaian jilbab, “Lha kok ini di Indonesia yang mayoritas Islam mau melarang jilbab,” ucapnya seperti yang ditulis di Voa-islam (24/1).

Kejadian ini bermula ketika beberapa orang tua siswi melapor ke DPRD setempat karena merasa janggal dengan peraturan baru yang diterapkan sekolah. Sejak itulah kasus ini mendapat sorotan. Wresmi, Kepala Sekolah GTS yang merupakan keturunan India sudah dipanggil oleh DPRD kota Cirebon untuk memberikan keterangan. Menurutnya peraturan itu ada karena sekolah melarang adanya pemakaian asesoris agama tertentu. Bahkan seragam sekolah sudah diatur agar tidak memiliki orientasi agama apa pun.

Larangan tersebut sampai hari rabu (24/1) belum dicabut. Bahkan beberapa guru mogok mengajar karena merasa tidak nyaman dengan cara berpakaian siswi yang tidak menaati peraturan sekolah. Hal ini disampaikan Andi Mulya, Pimpinan GAPAS (Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat) Cirebon, “Pihak Geeta School sampai saat ini tidak mencabut pelarangan jilbab itu, malah sampai sekarang berkembang, kemarin ada pemogokan dari guru-guru sekolah itu, karena merasa tidak nyaman mengajar. Mereka meminta supaya anak itu dikeluarkan,” ungkapnya seperti yang dilansir di Voa-muslim (24/1).

Jika pihak sekolah tetap kekeh dengan peraturan yang telah terlanjur mereka keluarkan. Maka persoalan ini akan menimbulkan polemik yang semakin membesar. Di samping itu, masalah keberagaman di Indonesia kembali harus dipertanyakan kembali penerapannya dalam sendi-sendi kehidupan bermasyarakat.


Semarang, 25 Januari 2012
Qur'anul Hidayat Idris (QHI)
Mahasiswa Pengangguran

sumber gambar klik di sini

Related Posts by Categories

23 komentar:

Uswah Says:
Rabu, Januari 25, 2012

PERTAMAX!!!!

sungguh terlalu.. ora sekolah neng kunu yoh ora patik en

(terj: gak banget deh sekolah disana!)

Kampung Karya Says:
Rabu, Januari 25, 2012

@Uswah: ya, tapi tetap saja keberadaan peraturan itu mengusik. Takutnya ada sekolah yang latah cari sensasi, ikutikutan.. pertamax berhasil hehe

Diat Says:
Rabu, Januari 25, 2012

wah dah ga bener nih. hancurin ja tu sekolah

Royan Sableng Says:
Rabu, Januari 25, 2012

itu melanggar ham klo menurut royan sableng
ckckc

Kampung Karya Says:
Rabu, Januari 25, 2012

@Diat: ini yang kita khawatirkan. Akan bermunculan tindak anarkis (semoga tidak)

Kampung Karya Says:
Rabu, Januari 25, 2012

@Rozan Sableng: betul, itu jelas melanggar HAM

jiah al jafara Says:
Rabu, Januari 25, 2012

karepe dewe~
pada ribet soal ras, agama....

Stupid monkey Says:
Rabu, Januari 25, 2012

nah, ini contoh pendidik yang gak mendidik, harunyakan sekolah atau guru menjadi jembatan yang bijak, bukan menjadi monster yang mengekang, betul gak sob ^_^

Hariyanti Sukma Says:
Rabu, Januari 25, 2012

Wah sekolah itu telah menanamkan sesuatu yg tek mendidik. Maksudnya apa toh ...??????
makasih ya telah bertamu dirumah saya

ongisnade Says:
Rabu, Januari 25, 2012

your post is nice.. :)
keep share yaa, ^^
di tunggu postingan-postingan yang lainnya..

jangan lupa juga kunjungi website dunia bola kami..
terima kasih.. :)

Hana Ester Says:
Rabu, Januari 25, 2012

Harusnya ga gitu juga kali ya -____-

Kampung Karya Says:
Rabu, Januari 25, 2012

@Jiah: hehe begitulah cara negeri bersikap
@Stupid Monkey: betul banget sob, guru itu searusnya jadi ibu kedua.. bukan malah jadi seperti katamu "monster"
@Hariyanti: ya seperti tindakan tak mendidik dengan memecah belah

Kampung Karya Says:
Rabu, Januari 25, 2012

@Ongisnade: makasih dah berkunung yah.. ya saya segera ke TKP
@Hana Ester: hmm.. harusnya

susu segar Says:
Rabu, Januari 25, 2012

wah ntu dah melanggar sara tu. . .. ketika memang adanya kebebasan HAM aku pikir ndak masalah. asalkan HAM yang positif tak dibredel karena masalah aturan gemblung atau birokrasi edan

Diat Says:
Rabu, Januari 25, 2012

Da award nih. silahkan di cek

dewi Says:
Kamis, Januari 26, 2012

harus segera,....... ^_^

Kerja Online Ngetik Captcha Says:
Kamis, Januari 26, 2012

wah padahal ane demen ma yang berjilbab,,gak tau kenapa?
monggo maen2 ke blog ane gan
SALAM

Kampung Karya Says:
Kamis, Januari 26, 2012

@Susu Segar: bener gan, ini udah melanggar hak manusia untuk berekspresi
@Diat: thanks sob, ane udah ke tempat ente
@Dewi: harus segera apanya? hehe
@Kerja Online: hehe ane juga sob, yang berjilbab bikin tentram hati.. wkwk

cakbas88 Says:
Kamis, Januari 26, 2012

gimana klo sekolahnya saja yang dilarang? hhehehe..

Kampung Karya Says:
Kamis, Januari 26, 2012

@Cakbas: itu solusi yang cukup telak juga.. makasih kunjunganya..

Diah Wardani Chaidesar Says:
Kamis, Januari 26, 2012

kalo negara lain yang mayoritasnya bukan muslim mungkin bisa ditolerir knp melarang menggunakan jilbab, nah ini Indonesia yang negaranya kebanyakan muslim >.<

Millati Indah Says:
Jumat, Januari 27, 2012

Lebaaaaay... Parah ah peraturan sekolahnya. Gurunya juga aneh. Emang kalo liat orang pake jilbab rasanya eneg ato gimana? Lebih suka liat murid-muridnya pake rok cekak sama tengtop, ya? Ckckck, kalo mau mengajarkan toleransi ya gak gitu caranya. Jangan-jangan sekolahnya tu mau mendidik muridnya biar berpemikiran SEKULER tingkat tinggi. Bahaya... Mending diboikot, anaknya pindahin sekolah lain. Buat apa anak pinter dalam pelajaran tapi keblinger dalam aqidah.

Kampung Karya Says:
Jumat, Januari 27, 2012

@Diah Wardani: itu yang paling mengherankan mbk
@Milati Indah: yup, lebai sekali mereka.. hanya mengikuti nafsu saja. Orang tua murid harus bertindak tegas menyikapi ini tentunya..

Posting Komentar

Selesai baca, tinggalkan jejak ya!