When the electricity
was blackout this afternoon. I made a conversation about many things with my friend at the indekos. However, the most interested conversation was
about Indonesian entertainment industry. I said, “Indonesian tv programs was
very bad. If you’ve given attention on
the qualities, you could know about what i said.”
5 I Have No Choice
Diposkan oleh
Kampung Karya
Selasa, 29 Januari 2013
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
English Articles
5
komentar
4 [#FikTwit] PRELUDE: (fragmen 3)
Diposkan oleh
Kampung Karya
Kamis, 13 Desember 2012
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
#FikTwit
4
komentar
fragmen 2 klik di sini
Dengan
tergagu aku menolehnya dan kudapati ia sedang tersenyum. Aku tahu ia tak lupa
ingatan atas apa yang telah kulakukan padanya kemaren malam. Senyum itu
membuatku semakin sadar bahwa ia menyimpan semua sakit yang ia rasakan. Ia tak
pernah protes. “Kamu nggak sarapan?”
Aku coba membalas senyumnya dengan perasaan yang masih bercampur aduk.
4 Muncul Iklan Misterius di Blog? Ini Solusinya!
Diposkan oleh
Kampung Karya
Rabu, 12 Desember 2012
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
tutorial
4
komentar
Sehari yang lalu, setelah sekian lama akhirnya saya kembali membukan desain
template dan tata letak blog saya. Hal ini saya lakukan untuk menambahkan fitur
like box yang menghubungkan blog
dengan page di fb. Semua berjalan
mulus dan apa yang saya inginkan pun akhirnya muncul. Tapi oh ternyata, ketika loading selesai, dua buah iklan muncul
di bagian header dan paling bawah
blog. Saya pun sempat mengalami kegalauan.
3 [#FikTwit] PRELUDE: (fragmen 2)
Diposkan oleh
Kampung Karya
Selasa, 11 Desember 2012
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
#FikTwit
3
komentar
fragmen 1 klik di sini
Mendengar
suaranya, tawanya, dan air yang mungkin jatuh ke tubuhnya. Semakin aneh karena semua
perasaan itu langsung hilang ketika aku sampai ke rumah. Aku kembali menjadi
pendiam, dingin, cuek, sensitif, pemarah dan berbagai sikap lain layaknya orang
yang tak mencinta.
Bahkan
aku pernah melakukan sesuatu yang kusesali sampai sekarang. Murni karena
kebodohanku.
2 [#FikTwit] PRELUDE: (fragmen 1)
Diposkan oleh
Kampung Karya
Minggu, 09 Desember 2012
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
#FikTwit
2
komentar
Tak
ada yang berbeda hari ini. Aku masih di kantor dan dia pasti sedang mandi
sekarang. Walaupun selalu saja ia tak mau menjawab serius saban kutanya kenapa
harus mandi pukul 15.30. “Kenapa sih mandi jam segini?” Sesaat kemudian aku
langsung mendengar suara tawa bercampur gucuran air. Aku tahu ia sedang
telanjang sekarang. Padahal sudah sering kuingatkan untuk tidak mandi telanjang
karena sangat memalukan jika tiba-tiba terjadi gempa atau kebakaran.
2 [SUPERNOVA] Partikel: Pencari yang Berlari
Diposkan oleh
Kampung Karya
Jumat, 07 Desember 2012
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
resensi
2
komentar
Fungi!
Kata benda di atas teramat penting dan sentral dalam buku seri keempat Supernova Dewi Lestari (Dee). Banyak
pembaca mungkin tidak terlalu asing dengan kata ini, terlebih sudah didapatkan
ketika duduk di bangku sekolah. Tapi, bukan Dee jika mengangkat sesuatu hal
dengan cara yang biasa. Fungi menjadi begitu “mendewa” dalam narasi yang ia
angkat, bahkan pada banyak kesempatan fungi menjadi seperti “Tuhan”.
1 [#FikTwit] Kota, Aku, dan Sebuah Ponsel
Diposkan oleh
Kampung Karya
Senin, 03 Desember 2012
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
#FikTwit
1 komentar
Ini saya sebut FikTwit, mungkin hanya
saya yang menyebutnya begitu. Kenapa #FikTwit, karena karya ini lahir dari twit
bersambung di akunku @Bang_Dayyy. #Fiktwit keduaku masih “berlangsung” di akun
twitter. Selamat menikmati.
Kota
ini menyimpan misteri saban malam datang. Langkah gontai itu berkata, “Kaulah
rumah kami dan kaulah satu-satunya yang tersisa.” Ia bersandar di tembok sebuah
toko bengkel yang sudah tutup. Lama disimpannya asap rokok dalam paru-paru
sebelum membuangnya perlahan. Ia mungkin tak pernah tahu Chairil si Binatang
Jalang juga merokok. Tapi yang jelas pria dengan baju bekas kampanye itu tak
pernah berpuisi.
Apa
itu puisi? Mungkin ketika pertanyaan itu datang padanya, ia akan berkata. “Kota
inilah puisi bagiku, tapi bukan manusianya!”








