![]() |
Sumber Gambar |
"Mbk, pembayaran SPnya terakhir kapan?" tanyaku ke Mbk Sari, pegawai kajur. Setelah melihatku dengan wajah yang sedikit heran ia menjawab. "Wah, sepertinya gak bisa lagi tuh, udah ditutup kemaren!"
Mbk Sari mungkin mengira aku menyesal karena gagal mengambil SP, padahal dalam hati aku bersorak "Yes!". Sebenarnya pertimbanganku tidak mau mengambil SP lebih dikarenakan aku tak mau "sibuknya nanggung", artinya kalau aku diharuskan benar-benar sibuk mengurusi kuliah pas liburan (minimal 2 matkul), bakal aku hadapi dengan maksimal. Tapi aku tak mau kuliah yang hanya 1 matkul itu merusak kegiatanku yang telah kurencanakan dari awal. Apalagi, jika dipaksakan bisa celaka juga, dosen Bahasa Belanda di kampusku terkenal "seram" masalah nilai. Menurut informasi, beberapa mahasiswa yang ikut SP, bukannya nilainya membaik tapi malah sebaliknya.
Cerita di atas ada hubungannya dengan sebuah perenungan yang kualami hari ini. Saat di kajur, atau boleh dibilang saat aku berdiri di sebelah kiri meja Mbk Sari. Seorang wanita terlihat berjalan perlahan dengan perut yang luar biasa besar. Aku melihat wajah wanita berjilbab yang wajahnya melihat ke bawah (sedang berhati-hati). Wanita itu adalah dosenku pas di semester 2 dan 4. Karena sudah agak lama tidak bersua dengannya, aku agak pankling dengan sosoknya.
Ibu Riris, begitulah kami (mahasiswa) memanggilnya. Beliau adalah dosen muda yang masih segar dan cantik (hihi maaf buat dosen yang udah tua). Tubuhnya berukuran sedang dan berkulit putih. Saat Ia belum melihatku memandanginya, beberapa detik aku terdiam. Subhanallah, perubahan besar telah terjadi pada Ibu Riris. Wajahnya jadi tembam dan perutnya, duh perutnya itu.. ah betapa sulit aku membayangkan betapa beratnya perut (baca: kandungan) yang ditahannya dengan tenaga seorang wanita.
Saat makan malam tadi. Sambil mulut terus mengunyah aku tiba-tiba merenung. Bayangan Ibu Riris kembali lagi ke dalam pergulatan pikiranku. Entah kenapa aku teringat dengan sebuah Hadits yang berisi tentang esensi seorang Ibu bila dibandingkan dengan seorang Ayah. Rasulullah ketika menyebut nama ibu tiga kali sebelum akhirnya menyebut nama ayah saat ditanya seorang sahabat.
Hadits itu memberiku pengalam empiris untuk menguatkan pemahamanku tentang makna risalah tersebut. Aku tak bisa membayangkan, seseorang yang terlahir dalam tubuh perempuan sudah mendapat "takdir" sebagai agen reproduksi manusia. Aku tak bisa membayangkan di perut ada beban yang terus membesar dan semakin berat. Itu pun bukan sehari dua hari, tapi sembilan bulan. Ah, kemana-mana tubuh harus menopang seorang bakal manusia yang nantinya akan memanggilnya "Ibu!", merupakan aktivitas berat tertinggi di dunia ini.
Sebagai lelaki aku jadi kagum akan hebatnya para wanita di seluruh dunia. Aku yakin, tidak ada dari mereka yang mengatakan. "Ah, dasar bayi sial!" atau "Cepat keluar dong!" hehe.. Bahkan aku meyakini, wanita-wanita yang membuang atau membunuh anaknya yang kerap terjadi, dalam jiwanya dan hatinya tetaplah ia tidak menginginkan hal itu terjadi.
Wanita juga identik dengan kecantikan, karena kecantikan dan wanita itu satu (sepaket), jadi salah kalau ada yang menyebut seorang wanita tidak cantik. Sebelum menikah, mereka begitu rajin merawat tubuh dan wajahnya. Tapi, adakah wanita yang tidak mau hamil karena takut kecantikannya berkurang? Kali ini aku yakin lagi hal ini tidak pernah terjadi.
Bagaimana dengan lelaki? Walau pun kami memiliki porsi tugas yang berbeda (menafkahi dan mengimami), tapi tugas itu tak seberat seorang wanita. Oh ya, belum lagi setelah melahirkan, seorang ibu lagi-lagi harus mengurusi anaknya yang masih super rewel. Jadi, rasanya pantas Rasulullah sangat memuliakan wanita.
Sewaktu masih SMA. Aku pernah membaca sebuah artikel yang intinya berkata, "wanita adalah makhluk yang paling mudah masuk surga, tapi paling mudah juga masuk neraka". Keterangan yang kudapat adalah; seorang wanita punya tugas-tugas peribadatan yang bisa dibilang ada di sekitar dirinya, berbakti pada suami, menjadi Ibu yang baik, juga menjaga kehormatan dirinya (termasuk menjaga hijab). Tapi, kenapa wanita adalah makhluk yang gampang pula masuk neraka? Karena silap sedikit menjaga diri, wanita sangat "rawan" untuk mendapat dosa. Bahkan, aku pernah mendengar, sehelai rambut wanita yang dilihat oleh yang bukan muhrim, ia mendapat 10 dosa. Bayangkan berapa milyar helai rambut seorang wanita.
Ujung-ujungnya aku teringat dengan Emakku! Ya, Ia mengalami semua yang kusebutkan di atas. Tidak ada yang dapat kubayangkan lagi tentang betapa susahnya Ia untuk melahirhadirkan aku di dunia. Ah, Mak tak banyak yang bisa kulakukan untuk setidaknya membuatmu tersenyum. Bahkan sudah berumur 20 tahun pun aku terus tak henti menyusahkanmu.
Hei, Wanita. Kalianlah para Ibu dan kalian spesial.
salam
QHI
NB: Maaf jika referensi yang kupakai tidak menyertakan data karena sudah lama sekali. Tapi, silakan kita mendiskusikannya. Jika suka sama tulisan ini, beri jempol dengan memencet tombol like di bawah judul.
--oh ya, bloggers bisa mengirim sms gratis di salah satu aplikasi di blogku ini. Silakan cek di sebelah kanan ya. terimakasih--
40 komentar:
Selasa, Januari 17, 2012
Setiap ibu yg hamil, rata-rata bilang jika biasa saja berasnya berat di perut. Mungkin karena pertambahannya yg so softly (kuasa Ilahi). Btw, folbacknya sudah sukses...
Selasa, Januari 17, 2012
Betapa berat ya ibu kita mmembawa kita selam 9 bulan, sungguh sangat dosa besar jika kita durhaka terhadap ibu kita...sukses selalu..follow back #70
Selasa, Januari 17, 2012
@Riri khayan: bener banget mbk, pengaturannya begitu kere.. makasih udah datang..
@Muro'i: amin, semoga jadi anak yang baik.. hehe.. :)
Selasa, Januari 17, 2012
Wanita di ciptakan bukan hanya di bohongi
Tapi juga ‘tuk dihormati
Wanita di lahirkan bukan hanya di sakiti
Tapi juga ‘tuk di sayangi
Mengertilah dengan wanita
Begitu hebatnya wanita
Mengertilah dengan wanita
Jangan pernah kau tinggalkannya
salam. . .^____^
Selasa, Januari 17, 2012
@kauto Kidd: iya mbk.. wanita harus dimengerti dan disayangi.. puitis banget nih ungkapannya :)
Selasa, Januari 17, 2012
hmmm.. subhanallah.. betapa bangga aku terlahir jadi wanita. dimana aku juga akan menjadi ibu. tidak banyak lelaki yang bisa merenungi hal semacam ini.. semoga km selalu dimuliakan oleh allah dan selalu mendoakan ibu karena darah dan keringat yang telah ia keluarkan untukmu ... :D
Selasa, Januari 17, 2012
@minityc: amin amin.. begitu pun mbk, semoga menemukan lelaki yang bisa memuliakan mbk sebagai wanita. amin.. insyaallah.. thanks berat.
Selasa, Januari 17, 2012
uwaaaaaaaaaaaaaa dikira ce again =)) =)) kan di profil gender ada tuh "Male" wkwkwkwkwkwkwkw lagian nama blog nya Prince Of Rain, masa Prince ce??? ahahahahahaha
Selasa, Januari 17, 2012
@kaito Kidd: maaf maaf mas.. kurang cermat saya.. jangan marah ya.. hahaha pisss
Selasa, Januari 17, 2012
hai~
saya wanita,,, biarpun blm menikah, kadang" sering baca buku hamil atau yg berhubungan dengan janin....
ingat Bu e'... hamil itu yah memang sesuatu yang luarbiasa
Selasa, Januari 17, 2012
@Jiah al Jafara: semoga nanti bila waktunya tiba sudah siap ya mbk.. mksh
Selasa, Januari 17, 2012
wah mantab nhe sob... nice post :D
Absen sore sekalian follback sob... Thx :D
Selasa, Januari 17, 2012
@Black Angel Syndicate: thanks berat sob!
Selasa, Januari 17, 2012
mantap postinganyaaa.,
nice share.,
follow back sukses :)
#81
Selasa, Januari 17, 2012
Terima kasih atas berbagi artikelnya sobat...
Kunjungan perdana di sini
Selasa, Januari 17, 2012
@candra: thanks berat broo
@cardiacku: begitu pun terimakasih dariku.. :)
Selasa, Januari 17, 2012
kunjungan pertama. Saya follow. Di tunggu follow backnya
Selasa, Januari 17, 2012
@Diat: ok gan.. :)
Selasa, Januari 17, 2012
ahahahahaha dont mind dont mind :D
noprob mas bro
Selasa, Januari 17, 2012
@Kaito Kidd: ok mas broooo.. #tooosss
Selasa, Januari 17, 2012
nice note ^__^
Selasa, Januari 17, 2012
@hikmah: thanks.
Selasa, Januari 17, 2012
Kunjungan silaturahmi sore saudaraku sambil menyimak artikelnya diatas
Selasa, Januari 17, 2012
@abufarras: silakan sobat. Nikmatilah.. :)
Selasa, Januari 17, 2012
Keren....
Sudah difollow back Sob. Salam persahabatan. :-)
Selasa, Januari 17, 2012
Pena hadir dan absen perdana di blog ini sobat...
salam kenal dari pena
Selasa, Januari 17, 2012
haa.. jadi keingetan ibuk pas mengandung adek, :')
Selasa, Januari 17, 2012
@Reza: thanks berat sob
@tautanpena: salam kenal kembali Pena
@Leily Hananing Putri: hehe,, ayo bersyukur punya ibu yang baik.. :)
Selasa, Januari 17, 2012
wkwkwk,,, ada yang salah gebder lagi ni, btw, ibu, wanita adalah kodrat dalam hidup, tanpa mereka kita, laki2 bukan lah apa-apa ;)
Selasa, Januari 17, 2012
menggugah banget artikelnya...
apakah aku kan menjadi ibu yang spesial?
hhehehe
Selasa, Januari 17, 2012
Ibu adalah bidadari yang begitu hebat begitu mempesona..
Selasa, Januari 17, 2012
@stupid monkey: betul sekali.. thanks berat
@Mine and Me: Pasti, semua Ibu spesial
@Masbri: sungguh, begitulah masbro.. hehe
Selasa, Januari 17, 2012
Membaca postingannya, tiba2 aku begitu ingin menemui wanitaku. tapi dimana? karena Tuhan msh mnyembunyikannya. hehe....
nice artikel... moga kita lbh bisa memahami hati wanita. special u/ iu, I love u, forever...
Selasa, Januari 17, 2012
Membaca postingannya, tiba2 aku begitu ingin menemui wanitaku. tapi dimana? karena Tuhan msh mnyembunyikannya. hehe....
nice artikel... moga kita lbh bisa memahami hati wanita. special u/ ibu, I love u, forever...
Selasa, Januari 17, 2012
@zukril: makasih mas.. segeralah memeluknya dengan hangat.. Love U Maak
Selasa, Januari 17, 2012
subhanallah . super sekali . super bagus nih post nya :D
Rabu, Januari 18, 2012
@cenzha: thanks berat ya
Rabu, Januari 18, 2012
kaaknya setiap ibu hamil tambah gendut ya..
:P
Rabu, Januari 18, 2012
@Zone: hehe iya
Kamis, Januari 19, 2012
mabtab
Posting Komentar
Selesai baca, tinggalkan jejak ya!