Buku dan Tangan yang Gemetar

Kamis, 19 Januari 2012
Share this history on :
Buku Kapitalisme: Perspektif Sosio Historis, Jazz, Parfum, dan Insiden, Kapitalisme Rakyat, dan Matinya Seorang Penari Telanjang digabung menggunakan Photoscape
Juang 1

Rabu (11/01/12) aku, Achmad, mas Erwin, dan Nanic--manusia galau yang sedang kemaruk buku--memesan buku-buku lawas dari penjualan toko buku online. Setelah beberapa jam melototin layar laptop sambil memilih buku-buku yang ada di daftar penjualan. Akhirnya kami mengikrarkan sebelas buku yang akan kami pesan; aku 4 buku, Achmad 2 buku, mas Erwin 3 buku, dan Nanic 2 buku.


Setelah menghitung harga buku masing-masing, aku langsung mengirimkan sms ke toko buku online yang kami pilih. Malamnya, aku mendapat e-mail bahwa dari 11 buku yang kami pesan, stok yang ada hanya 6 buah buku. Aku lebih beruntung dari ketiga temanku, keempat buku yang kupesan masih tersedia, sedangkan ms Erwin 1 buku, begitu pun Achmad. Tapi apa daya, semua buku yang dipesan Nanic stoknya sudah habis.

Hari Kamis kami berembug dan akhirnya menyepakati kenam buku tersebut tetap dipesan. Setelah ditambah dengan ongkos kirim, uang yang harus kami transfer berjumlah Rp. 293.000. Karena belum membawa uang, disepakati pembayaran hari Jum'at, besok harinya. Terjadi insiden sedikit pas proses transfer, ketiga orang "lugu" ini tak punya kartu ATM *RI, aku sendiri punya Man*iri dan *TN, begitu pun kedua temanku yang lain. Untuk menghindari terkena potongan kami coba meminjam ATM seorang teman, tapi orangnya keburu pulang. Sial!

Masalah selanjutnya, kami harus membayar sore itu juga. Jika terlambat, pem-booking-an dianggap batal dan buku dinyatakan bebas dipesan oleh pembeli lain. Akhirnya kami memutuskan untuk memakai kartu *TN punyaku. Ketika di ATM, kami bertiga masuk ke dalam, awalnya lancar tapi kebingunan ketika diminta "nomor verifikasi". Kami coba lewati saja tahap tersebut, tapi pengiriman dinyatakan gagal. Aku sendiri memang belum pernah mentransfer lintas bank, jadi tidak bisa memberikan solusi. Sialnya, mbk-mbk yang ngantri diluar sudah gusar (pasang wajah sinis) nungguin kami di dalam ruang ATM. Firasatku sudah gak enak, bisa-bisanya kami dikira pembobol bank (hahaha kan gak lucu mau bayar buku tapi berakhir di kantor polisi).

Aku menyarankan untuk keluar dulu, kemudian ngantri lagi. Kami pun keluar. Muncul ide dari mas Erwin untuk nyoba ATM Man*iri. Kami pun meluncur ke lokasi dengan harapan tidak mengalami kesulitan seperti sebelumnya. Setelah memasukkan rangkaian nomor, kami sempat kaget karena permintaan nomor verifikasi muncul lagi, tapi untunglah ms Erwin cermat membaca. Di bawah tulisan permintaan tersebut ada tulisan lain dalam tanda kurung, "lewati jika tidak perlu". Tombol kirim langsung aku tekan, seeet seeet.. TERKIRIM.. horee..

Juang 2

Sms dari toko buku online menginformasikan bahwa perjalanan buku ke Semarang memakan waktu antara 3-5 hari. Jadi, paling telatnya hari Rabu minggu berikutnya sudah sampai. Kami pun sabar menunggu, menanti sosok buku yang diidam-idamkan itu. Saat hari Rabu tiba, aku menanti pak Pos sepanjang hari. Saat hari mulai gelap aku mulai gusar karena hari aktif kerja sudah habis.

Kamis (hari ini) aku langsung mengirimkan sms protes. "Pagi, bukuny emang dkrim hri apa?" tak lama kemudian hapeku bergetar, sms balasan. "Paket  utk pengiriman pulau jawa maksimal 14 hari. kalau tdk sampai dlm 10 hari biasanya ada kendala dan akan direktur ke kami. karena hingga kini blm ada retur paket atas nama anda, silakan ditunggu dulu, salam."

Aku jadi berang, emosi, dan kalap dong. Jelas sudah terjadi penyelewengan informasi (ciee bahasaku ini lho!) karena awalnya ia memberi informasi bahwa maksimal pengiriman memakan waktu 5 hari. Aku langsung membalas smsnya, "Lama beud... kmren sms pas bru transfer nanya brapa lama sama anda djwab 3-5 hari lho... Mknya tak htg wis 5 hr sy sms. Lah ini mlh 14 hri.."

Sms balasan, "he he he. itu perhitungan pengiriman normal kalau tidak ada kendala. soalnya kami pakai jasa pengiriman kolektif, kadan lama di pengumpan, kadang lama di pengiriman mohon maaf, berarti kiriman anda terhitung terlambat. salam"

Sebenernya aku pengen balas lagi kaya gini.. "Ngapain harus pakai secara kolektif, kenapa harus pakai pengumpan, kenapa? kenapa?" (ini mulai galau). Tapi kutahan dan mengikuti alur takdir saja kalau seandainya memang harus menunggu 8 hari lagi. Marah-marah pun tak akan merubah keadaan.

Siang tadi aku bertemu Achmad di kampus, seperti kuduga Ia langsung menanyakan buku dan tampak raut kekecewaan di wajahnya saat mendengar keterlambatan pengiriman. Untuk meghilangkan rasa galau, kami pun membuka topik masalah sufistik. Si Achmad lagi baca buku Jallaludin Rumi dan buku itu dipinjamnya dari seorang adik angkatan. Mbk Eka--seorang senior di LPM Hayamwuruk yang sedang bimbingan tesis di kampus--ikut nongkrong dan berpartisipasi dalam obrolan lintas topik kami. Dari sufistik ke kapitalis dan beberapa masalah sastra.

Gigil

Pukul 16.30 kami pun pulang. Obrolan tadi sukses membuatku lupa permasalahan buku. Ketika masuk ke dalam kost melalui garasi. Mas Candra--teman sekost--memanggil, "Day, ada paket tuh! Buku kayaknya.."

Hallooooooo informasi itu mengejutkanku dan mempercepat detak jantungku (ini sumpah gak lebay wkwkw). Setengah berlari aku menuju ruang depan. Benar saja, di sebelah TV umum tergeletak sebuah paketan berwarna coklat. Jantungku semakin cepat berdetak dan tanganku mulai bergetar. Aku mendekat dan mengambil paketan tersebut. Benar saja itu buku yang aku pesan. Kau dengar? Buku (mimisan)

Entah kenapa tanganku semakin gemetar, untung di ruangan itu hanya ada aku sendiri. Dengan agak susah payah kusobek bungkusan tersebut. Oh ya, mas Anto sempat lewat sebentar sambil nyeletuk, "Awas bom buku haha" Aku ikut tersenyum. Bungkusannya terbuka, dan tampaklah didepanku 6 buah buku yang tersusun rapi. Horeeeee. #lemparmercon

Anehnya nih, gemetarku gak hilang, malah aku sekarang seperti orang bingung. Aku naik ke kamar, menaruh buku ke atas meja. Lalu mondar mandir di dalam kamar. Sambil mondar mandir itu aku mengirim sms ke Achmad, "hore buku dah nyampe". Teman galauku itu pasti jingkrak-jingkrakan di rumahnya dan membalas smsku, "Asyik2 besok ambil ah"--FYI buku yang dipesan temanku itu emang istimewa karena merupakan buku karangan Ir. Soekarno yang terbit tahun 1947, judulnya Sarinah.
Buku Sarinah dan Islam tanpa Syariat digabung menggunakan Photoscape

Aku masih belum bisa duduk, aku masih gemetar. Jelas aku jadi malu sendiri sama operator toko buku online yang sempat kuprotes. Masih berdiri dan mondar-mandir aku mengirimkan sms padanya. "Asyik2, buku udah nyampe om. Kondisi bgus. Thanks banget yah!"

Tak lama kemudian aku dapat sms balasan, "orang sabar disayang tuhan :) mohon maaf atas keterlambatannya!" Walau pun agak menyindir tapi aku malah senang karena buku-buku yang kubeli kondisinya memang masih bagus.

Tanpa berpikir panjang smsnya kubalas. "Gmana y mas, kalau nungguin buku tuh lebih degdegan dari nungguin pacar... Jd cepat kalap." #muntahmuntah


"Setuju!" balas mas Operator..

Ending

Akhirnya aku bisa duduk dan tenang. Keempat buku baruku kutaruh disamping sambil mengetik tulisan ini. Si Achmad sepertinya yang lagi galau, ujug-ujug dia sms, "Tar mlm kalo gk cpek ak ambil. hahaha".

Aku pun tersenyum bahagia.

Oh buku, jadilah pacar yang setia padaku yang jomblo ini.. uhuk uhuk


Tanya: Buku apa yang blogger mania lagi baca sekarang? (jangan lupa likenya gan)


QHI

Related Posts by Categories

24 komentar:

Patta Hindi Azis Says:
Kamis, Januari 19, 2012

syukurlah bukunya nyampe mas...hampir ada yang galau...:)

menrik ceritanya

salam

Kampung Karya Says:
Kamis, Januari 19, 2012

@Patta Hindi Aziz: thanks mas.. horeee haha.. seneng banget niih.

anisayu Says:
Kamis, Januari 19, 2012

saat kutulis komentar
tangankupun ikut bergetar
karna ceritamu bagus benar
senyumku jadi indah mekar....

Kampung Karya Says:
Kamis, Januari 19, 2012

@anisayu: semoga hidung kita gak mekar ya mbk.. hehe #kidding.. thanks berat

Uswah Says:
Kamis, Januari 19, 2012

Wah kayaknya menarik bukunya.. Pantesan penuh perjuangan (menanti), lha memang bukunya pejuang hahaa :D

Kampung Karya Says:
Kamis, Januari 19, 2012

@Uswah: hahaha ini memang buku Juang yang didapat dengan perjuangan pula, thanks berat

Rozi Says:
Kamis, Januari 19, 2012

Saya punya bukunya Mas Seno yang "Matinya Seorang Penari Telanjang". Benar-benar keren. Yang "Jazz, Parfum dan Insiden" belum ada pinjaman. :-D

Ini kayaknya kelainan. Sama buku lebaynya minta ampun. Wkakakakak...

Kampung Karya Says:
Kamis, Januari 19, 2012

@Rozi: gimana tukerannyaa haha.. mau nyari aja ah ntar..
eittss ini namanya memuliakan buku Rozi wkwkwkw (alibi)

risa Says:
Kamis, Januari 19, 2012

bagus! pacarannya ma buku aja yah biar pinter :)

Rozi Says:
Kamis, Januari 19, 2012

@Kampung Karya: Saya termasuk pengagum Mas Seno Gumira. Tapi sayang, saya orang kampung. Ada banyak bukunya yang tidak bisa saya akses.Hiks... (bukan4l4y)

Memuliakan buku kok sampek segitu dalemnya? :P

Kampung Karya Says:
Kamis, Januari 19, 2012

@risa: haha.. biar ilmunya sayang apa kita.. wkwk

Kampung Karya Says:
Kamis, Januari 19, 2012

@Rozi: berusaha kawan, coba cek di penjualan onlen,, bisa kok kalo berusaha

yup, menelurkan ilmu itu tidak mudah kawan, setidaknya itulah caraku mencintainya (baca: ilmu)

Rio Pratomo Says:
Kamis, Januari 19, 2012

mantap ni,.
banyak baca, pst banyak ilmu,. :D

Hairun NisYa Says:
Jumat, Januari 20, 2012

WEahh perjalan yang menengangkan juga yach untuk bukunya..hehehe

Nurmayanti Zain Says:
Jumat, Januari 20, 2012

samaaaa....!!!
perasaan menunggu datangnya buku emang lebih berdebar dibanding apapun :)
fufufufu

rezKY p-RA-tama Says:
Jumat, Januari 20, 2012

sampek lebih degdegan nungguin buku daripada pacar ya,wakaka
mantap
salam kenal ya,
blogwalkingpertama ni

Kaito Kidd Says:
Jumat, Januari 20, 2012

waaaaaaaah semarang
boleeee dong pinjem ana kan solo, deket lah :p

sejak kapan ana suka baca yah?? hihihi

armae Says:
Jumat, Januari 20, 2012

Sekarang lagi baca buku The Last Samurai :D

Hwiii.. beli buku onlen. Heboh??? Bangeeeettt. dan sama kayak aku duluu pas pertama kali beli buku onlen dan bukunya dataaaaaaaaaaaang. Beneran heboh deh, norak, lebay, ato apalah itu. Tapi emang ada kepuasan tersendiri yaaa, terutama kalo yg di cari itu buku lamaaa yg susah banget carinya di toko buku. :D

Kampung Karya Says:
Jumat, Januari 20, 2012

@Rio: sedikit" mengumpulkan mas
@Hairun Nisya: Betul, perjalanan yang sungguh menegangkan
@NZ: wah berarti pernah ngalamin juga

Kampung Karya Says:
Jumat, Januari 20, 2012

@Rezqy: hhahaha bener bener banget
@Kaito Kidd: hahah.. semoga bisa tukeran
@Armae: bener banget, yah ini jadi degdegan..

Santi Syafiana Says:
Jumat, Januari 20, 2012

Hihi. . .jadi terbawa suasana neh siap baca tulisan neh...palagi pas sampai pd"oh buku jadilah pacar yg baik bwt ak yg jomblo ini"wkwkwk
neh ge bca "Garis Batas" karya Agustinus Wibowo. . .@kampung karya, 4 buku it apa aj?

Kampung Karya Says:
Jumat, Januari 20, 2012

@Santi Syafiana: hahaha, alhamdulillah bisa berbagi perasaan.. wah baru denger buku itu.. 4 bukunya ada di gambar

Stupid monkey Says:
Jumat, Januari 20, 2012

hulf, kirain gak dikirim tuh buku, ternyata ... asik dong punya temen baru, 4 pc lagi, bisa begadang terus nih ;)

Hana Ester Says:
Jumat, Januari 20, 2012

Karna buku begitu mempesona..

*TodongPiso, *PinjeminGak???

Posting Komentar

Selesai baca, tinggalkan jejak ya!