Anas Urbaningrum dan Elektabilitas Partai Demokrat

Jumat, 27 Januari 2012
Share this history on :

Kasus korupsi Wisma Atlet dan Hembalang tak ubah bola pingpong yang dioper ke sana kemari. Sejak Nazarudin menjadi tersangka atas kasus yang menyebabkan kerugian negara mencapai 6 triliun rupiah itu “berkicau”, banyak tokoh yang namanya diseret ke dalam arena permainan panjang nan berliku ini. Satu sosok yang paling menonjol adalah Ketua Umum Partai Demokrat yang notabene adalah kawan seperjuangan Nazarudin di PD, Anas Urbaningrum.


Anas sudah menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak terlibat dan menyebut semua yang diucapkan Nazarudin adalah semata fitnah. Namun, pernyataan tersebut seolah tak membuat Nazarudin surut, ia terus melontarkan keterlibatan pria yang lahir 15 Juli 1969 di Blitar itu.  Keraguan publik tak dapat dibendung. Apalagi kasus ini melibatkan politisi dari partai berkuasa yang getol mengimbau “katakan tidak pada korupsi” saat Pemilu. Alhasil, elektabilitas partai anjlok dari 21 persen saat Pemilu 2009 menjadi 14-15,5 persen.

Hasil survei LSI ini mendapat tanggapan cukup keras dari Hayono Isman, Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat seperti dilansir Tempo (25/1/12). Politisi berkumis tebal ini berharap hasil survei di atas bisa menjadi pertimbangan Anas untuk mengambil sikap, “Saya harap itu jadi pertimbangan Anas untuk mengambil langkah mundur atau tidak,” ujarnya saat diwawancarai di gedung DPR.

Hayono kemudian mengungkapkan dampak dari penurunan elektabilitas itu terhadap posisi PD di antara pesaing mereka, “PDIP 19 persen, Golkar 18 persen.” Ketua Komisi Pertahanan DPR RI ini kemudian mengungkapkan sebuah perbedaan hasil survei PD dengan yang diperoleh SBY. Hasil survei untuk presiden masih kokoh di posisi teratas, “Biasanya, kalau presiden naik, partai naik. Kalau presiden turun, partai juga turun. Tapi sekarang partai turun, presiden tetap di atas,” tambahnya.

Berbeda dengan Hayono. Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Saan Mustofa mengaku tidak tahu menahu tentang hasil survei dan pihak yang melakukan survei, “Saya belum pernah mendengar rilis survei tentang elektabilitas Partai Demokrat. Yang merilis siapa saya juga tidak tahu,” ungkap Saan saat diwawancarai Inilah.com.

Partai Demokrat mengadakan rapat Dewan Pembina Partai Demokrat di kediaman Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY (24/1/12). Tidak ada keterangan jelas mengenai isi pembahasan rapat tersebut. Namun, banyak media yang menduga rapat diadadakan untuk menindaklanjuti posisi Anas di PD sampai penyiapan suksesornya.

Marzuki Alie seperti ditulis Inilah.com mengatakan bahwa hasil rapat adalah menyerahkan semua keputusan kepada SBY selaku Ketua Dewan Pembina. Diungkap olehnya, hal ini tak lepas dari ketidaksinkronan antara elektabilitas partai dengan presiden, seperti yang telah dipaparkan Hayono, “Mengenai persoalan solusi, semua anggota Dewan Pembina menyerahkan kepada SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.”

Keterlibatan Anas Urbaningrum melalui keterangan Nazarudin mempengaruhi posisi Partai Demokrat di mata masyarakat. Setidaknya itulah yang ditunjukkan oleh hasil survei LSI, terlepas dari tingkat akurasi survei tersebut. Kemana “bola pingpong” ini akan mendarat? Hanya waktu dan penegakan hukum di negeri inilah yang akan menjawab.

Semarang, 27 Januari 2012
Qur'anul Hidayat Idrsi
Pemimpin Redaksi K3

Gambar dari sini dan dari sini
Silakan di share.

Related Posts by Categories

11 komentar:

Rozi Says:
Jumat, Januari 27, 2012

Saya curiga dengan Dewan Pembina PD. Apa dia memang tidak tahu menahu soal korupsi yang dilakukan pengurus partainya.Apa mereka tidak minta "restu" dulu kepada Pak Beye.
Lalu, saya juga belum begitu percaya apa yang dikatakan oleh Nazar soal keterlibatan Anas. Namun, Yulianis mengatakan hal yang sama. Ah, politik memang membingungkan.

Uswah Says:
Jumat, Januari 27, 2012

Au ah, gelap :p

eksak Says:
Jumat, Januari 27, 2012

wisma atlet's corruptor, go to hell...!! :@

jiah al jafara Says:
Jumat, Januari 27, 2012

politik korup ngga abis"....

aiz soleha Says:
Jumat, Januari 27, 2012

assalamualaikum
maaf ru mampir
ku pikir mereka tak sadar, jika itu hanya kelipatan angka,
hingga tak bisa membedakan antara intan dan batu kali

Kampung Karya Says:
Jumat, Januari 27, 2012

@Rozi: kalau masalah itu saya belum menemukan data.. kita lihat saja perkembangannya
@Uswah: nih, saya kasi lilin
@Eksak: semoga tercrahkan

Kampung Karya Says:
Jumat, Januari 27, 2012

@Jiah: kaya sinetron ya?
@Aiz: Paham.

Mine and Me Says:
Jumat, Januari 27, 2012

well, tidak ada maling yang mau ngaku kan?

I Wayan Juniarsana Says:
Selasa, Januari 31, 2012

dimana ada asap,,disitu pasti ada api...betul gak...?

I Wayan Juniarsana Says:
Selasa, Januari 31, 2012

dimana ada asap,,disitu pasti ada api...betul gak...?

I Wayan Juniarsana Says:
Selasa, Januari 31, 2012

dimana ada asap,,disitu pasti ada api...betul gak...?

Posting Komentar

Selesai baca, tinggalkan jejak ya!