3 Antologi Puisi "Karena Aku Tak Lahir Dari Batu"

Selasa, 27 Desember 2011
Cover antologi

Sekitar bulan April 2010, aku mendapatkan sebuah informasi dari sastrawan Bali Moch Satrio Welang bahwa ia sedang mengadakan even pembuatan antologi puisi bertema "Ibu" se-Indonesia. Dari mulai April-September pengumpulan naskah puisi dibuka bagi seluruh penyair nusantara. Walau pun bukanlah penyair, aku mencoba mengikuti lomba ini. Selebihnya hanya ingin menuangkan kerinduan pada ibu, tak mengharapkan reward, karena even ini tak memberikan hadiah berbentuk uang, hanya berbentuk apresiasi lewat 2 eks. buku antologi bagi setiap penyair yang karyanya terpilih.

Penghujung 2010, aku mendapat kabar karyaku masuk ke dalam 100 penyair terpilih yang akan dibukukan. Menurut mas Welang antologi akan cetak di tahun 2011. Setelah pengumuman ini aku lama tak mendapatkan kabar, bahkan sudah tidak ingat lagi akan even ini. Namun even ini tetap digarap ternyata. Senin (26/12/11) aku membaca sebuah note berisi promosi buku dari even tersebut. Antologi itu diberi nama "Karena Aku Tak Lahir dari Batu", sebuah nama yang menarik dan kontemplatif.

Aku lumayan bahagia, karena even ini cukup bergengsi, selain karena dikuratori oleh Oka Rusmini, Warih Wisatsana, dan Satrio Welang. Buku ini juga mendapatkan endorsment dari Acep Zamzam Noor, Ahda Imran, Agus R Sarjono, dan tokoh kompeten lainnya. Selain itu buku ini juga akan ada di toko buku se-Indonesia dengan harga Rp. 35.000.

Ingin membeli, cek di sini

0 Jika tak Sanggup Dua, Pilihlah Salah Satu

Minggu, 25 Desember 2011
Sumber Gambar

Saat itu masa orientasi kampus. 3 orang mahasiswa laki-laki mengikuti kegiatan tahunan itu dengan bersemangat. Mereka telah pula menjadi sahabat dekat, terlepas dari sama-sama di prodi Sastra Indonesia. Sebagai mahasiswa baru, semangat mereka menggebu untuk menjalani masa kuliah dengan aktif. Mereka pun seksama menyimak ketika berbagai perwakilan organisasi kampus memperkenalkan diri. Di mata mereka semua organisasi kampus menarik, menggoda untuk diikuti. Persepsi mereka ketika itu adalah, "Mahasiswa aktif adalah yang mengikuti banyak kegiatan kampus!".

Mereka bertiga menjadi semakin akrab, sampai-sampai mereka ikut dalam 3 organisasi yang sama. Secara kebetulan pula mereka punya minat yang sama. Ketiganya mendaftar dengan sukacita di UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Jurnalistik, teater, dan kerohanian.

3 bulan pertama, semuanya berjalan baik. Ketiganya merasa seperti aktivis kampus karena dalam seminggu banyak kegiatan dari ketiga organisasi. Walau pun mereka tahu pada rentang waktu itu kegiatan yang mereka dapatkan hanyalah lapis terluar sebagai dasar pengenalan organisasi.

1 Jorge, Alexa and Eliana Narvaez on Youtube

Sabtu, 17 Desember 2011

Dari seorang teman, aku mendapatkan link video di Youtube yang menampilkan sebuah keluarga yang menyanyikan lagu Next To You dari Chris Brown dan Justin Bieber. Kolaborasi ini terdiri dari Ayah (Jorge) dan dua orang anaknya. Alexa dan Eliana. Mereka berasal dari San Diego, California. Keunikan dari video-video mereka adalah "apa adanya", keluguan kedua anak membuat yang melihat video merasa gemas. Di salah satu video, Alexa menutup mulut adiknya agar tak ikut menyanyi.

1 Seikat Bunga di Depan Pintu

Senin, 12 Desember 2011
Sumber Gambar

Di hari ulang tahunmu aku ingin sekali memberimu seikat bunga, aku belum bisa membayangkan bunga apa yang akan kuberikan. Terpenting, bunga itu harum, ketika kau menciumnya, saat itulah segenap cintaku masuk ke dalam paru-parumu. Masalahnya aku tidak tahu tentang bunga, jenis manakah yang paling harum baunya. Mawarkah? Tetapi kenapa ketika aku menciumnya beberapa waktu lalu tak ada aroma wanginya. Ah, apa hidungku yang bermasalah?

Aku memutar pedal sepeda mustangku cepat. Butir-butir keringat mulai menyembul, tas sampingku agak membuat kaki kananku kesulitan mengayuh. Aku melihat ke kanan, memastikan tidak ada kendaraan yang bisa menabrakku. Ada sebuah mobil, tapi jaraknya cukup buatku membelok. Aku kini sudah memarkir sepedaku diantara motor di sana. Toko bunga, betapa indah warna-warni di sana. Aku tak tahu apa nama begitu banyak bunga di sana. Anggrek bulanlah yang paling kutahu, karena ketika SMA saudara perempuanku suka memelihatanya di belakang rumah.

1 Sensasi 3D di Pertandingan AS Roma Vs Juventus


Ada hal berbeda dan menarik dari grande partita antara Roma versus Juventus besok dini hari, pukul 02.45 WIB (Live Telkomvision dan Indosiar). Pemegang hak siar di Italia, Sky3D dibawah Sky Sport membuat sebuah terobosan dengan menayangkan laga tersebut secara 3 dimensi. Penonton yang memiliki perangkat tv mendukung yang channelnya terhubung dengan siaran tersebut akan merasakan sensasinya. Setiap tendangan, teriakan penonton, selebrasi gol tentu dirasakan lebih hidup dibandingkan dengan siaran sepakbola biasa. Juventus dan Roma jelas beruntung karena ini kali pertama dilakukan di Italia.

Melihat pencapaian ini, mari kita bandingkan dengan penyiaran sepakbola di tanah air. Di tengah inovasi yang terus dilakukan industri pertelevisian di Eropa, mereka tidak lagi punya masalah dengan hal teknis seperti cara pengambilan gambar, penayangan replay, close up  pemain, komentator, dsb. Sedangkan di Indonesia, penyiaran laga sepakbola masihlah sangat "amatir". Penayangan replay yang telat atau bahkan tidak tepat sering mengganggu kekhusukan menonton. Caya shoot  yang tidak variatif dan close up action yang tidak baik. Belum lagi komentator yang tidak tahu cara ngoceh yang benar dalam sepakbola.

Pantaslah orang selalu menyebut peradaban kita selalu tertinggal. Mungkin suatu saat kita akan bergerak memulai seperti yang mereka lakukan sekarang. Tapi mereka? Sudah kembali meninggalkan kita jauh. Apa yang salah?


Ditulis oleh Qur'anul Hidayat Idris


0 Jika Ingin Dibaca, Membacalah!

Sumber Gambar

Gol A Gong menjadi seorang penulis terkenal lewat Balada Si Roy, Kupu-kupu Pelangi, Pada-Mu Aku Bersimpuh, dan banyak karya lainnya--di buku autobiografinya Menggenggam Dunia disebutkan kalau karyanya sudah berjumlah 90 buku termasuk di dalamnya novel, cerpen, naskah drama, dan buku praktis menulis. Melalui buku perjalanan hidupnya Gong menyebutkan kalau ia sudah membaca segala jenis buku dari sejak kecil. Sampai sekarang pun ia terus meneruskan hobinya itu, menginspirasinya untuk membangun perpustakaan rumahan, Rumah Dunia.

Ada refleksi yang kuat dari sepenggal kisah di atas. Untuk menulis juga dibutuhkan senjata, bukan pedang atau pun sebilah golok, tapi BACAAN. Satu buku--100 hlm--menyimpan 1 milyar kata, misalnya. Jika membaca 100 buku, maka tidak menutup kemungkinan ribuan kata baru terkonversi dalam otak. Itu baru 100 buku. Inilah senjata bagi penulis, kata-kata yang berseliweran di dalam kepalanya itu siap diambil kapan pun. Seperti mesin ATM, tinggal masukkan kata sandi (baca: kebutuhan kata) maka ia akan meluncur dan diinstruksikan pada tangan yang melakukan perintah pada tuts-tuts komputer, software membaca perintah. BUM. Jadilah!

0 Bubur Ayam


Sebulan belakangan ini aku suka sekali bubur ayam yang biasanya kubeli di daerah Banjarsari, Tembalang. Sepagi begini, otakku pasti langsung terkoneksi ke sana, membuat lidahku mulai mengecap-ngecap. Sebelumnya aku sering juga makan bubur ayam, tapi versi Banjarsari jauh lebih enak dan porsinya banyak. Hm, yummii..

Bubur ayam memang makanan sarapan, bubur nasi dicampur kerupuk, ayam, kecap,kacang, dan kuah kari membuatnya begitu renyah. Jika porsinya pas, bisa membuat kenyang sampai siang. Karena terbuat dari bahan dasar nasi, bubur ayam juga cocok bagi perut orang Indonesia. Semangkok bubur ayam Banjarsari harganya Rp. 5000,00. Murah bukan?