Tampilkan postingan dengan label semua tentang JUVENTUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label semua tentang JUVENTUS. Tampilkan semua postingan

12 Pemain Sepakbola dan Suara Emas

Selasa, 24 Januari 2012

(23/01/11) Pagi, aku berjalan-jalan di dunia maya dan menemukan sebuah link Youtube di sini. Aku langsung membuka link yang kudapat itu. jreng jreng. Aku langsung takjub mendengar sebuah tim sepakbola Italia, Juventus membawakan sebuah lagu Italia berjudul Il Mio Canto Libero. Semua orang mengenal Alessandro Del Pieo, Gianluigi Buffon, Pavel Nedved, Edgar Davids, Ferrara, dkk. sebagai pengolah kulit bundar di lapangan sepakbola. Tapi, tak disangka-sangka mereka bisa menyanyi dalam artian yang sesungguhnya, enak di dengar, dan suara mereka tidak membuat kuping error.

2 Bianconeri Malam Ini

Minggu, 15 Januari 2012
Sumber Gambar

Sambil melihat layar laptop yang telah menyala lama. Gemericik bunyi hujan jatuh di atas atap terus mengganggu. Tidak dalam artian aku tidak suka hujan malam ini. Hanya saja, aku ada agenda yang sepertinya sulit kutahan walau pun hujan menderas. Memang, telah kupersiapkan jas hujan dan seperangkat pakaian tebal, tapi aku tetap berharap tidak terjadi hujan deras atau hanya gerimis saja.

Malam ini Juventus akan bertanding melawan Cagliari di Juventus Stadium. Seperti diketahui sodara-sodara aku sulit untuk tidak menonton pertandingan La Vecchia Signora. Kenapa harus keluar? Ya, pertandingan prime time (dibawah pukul 00.00 WIB) tidak disiarkan oleh stasiun televisi berlambang ikan terbang. Jadinya, Juventini mengadakan nonbar (nonton bareng). Di Semarang sendiri, nonbar diadakan di jln. Gadjah Mada (dekat Simpang Lima). Kosku di Tembalang, jadilah untuk menuju ke lokasi butuh sekitar 20 menit (50 km/jam).

Memang, nonbar lebih seru daripada nonton sendiri di kostan. Di sana aku bisa ngumpul dengan banyak Juventini lain. Juga, kemeriahannya bakal berlipat ganda. Belum lagi ada pemandu untuk bernyanyi dan melantunkan yel-yel.

Oh ya, pertandingan dimulai pukul 21.30 WIB. Jadi 20 menit lagi aku harus siap-siap..
Doakan lancar ya.. juga, semoga Juventus menang.
Forza La Fidanzata D'Italia.


QHI

1 Sensasi 3D di Pertandingan AS Roma Vs Juventus

Senin, 12 Desember 2011

Ada hal berbeda dan menarik dari grande partita antara Roma versus Juventus besok dini hari, pukul 02.45 WIB (Live Telkomvision dan Indosiar). Pemegang hak siar di Italia, Sky3D dibawah Sky Sport membuat sebuah terobosan dengan menayangkan laga tersebut secara 3 dimensi. Penonton yang memiliki perangkat tv mendukung yang channelnya terhubung dengan siaran tersebut akan merasakan sensasinya. Setiap tendangan, teriakan penonton, selebrasi gol tentu dirasakan lebih hidup dibandingkan dengan siaran sepakbola biasa. Juventus dan Roma jelas beruntung karena ini kali pertama dilakukan di Italia.

Melihat pencapaian ini, mari kita bandingkan dengan penyiaran sepakbola di tanah air. Di tengah inovasi yang terus dilakukan industri pertelevisian di Eropa, mereka tidak lagi punya masalah dengan hal teknis seperti cara pengambilan gambar, penayangan replay, close up  pemain, komentator, dsb. Sedangkan di Indonesia, penyiaran laga sepakbola masihlah sangat "amatir". Penayangan replay yang telat atau bahkan tidak tepat sering mengganggu kekhusukan menonton. Caya shoot  yang tidak variatif dan close up action yang tidak baik. Belum lagi komentator yang tidak tahu cara ngoceh yang benar dalam sepakbola.

Pantaslah orang selalu menyebut peradaban kita selalu tertinggal. Mungkin suatu saat kita akan bergerak memulai seperti yang mereka lakukan sekarang. Tapi mereka? Sudah kembali meninggalkan kita jauh. Apa yang salah?


Ditulis oleh Qur'anul Hidayat Idris


4 Juventus Melaju ke Perempat Final

Jumat, 09 Desember 2011

Juventus turun dengan mayoritas pemain lapis kedua. Conte sepertinya menjadikan Coppa Italy sebagai "ajang latihan" bagi punggawa yang sering duduk di bangku cadangan. Keputusan ini juga untuk menjaga kebugaran pemain penting seperti Andrea Pirlo, Stephan Lichsteiner, Buffon, Simone Pepe, dan Alessandro Matri. Untuk menghindari resiko kecolongan, dua pilar pertahanan tengah, Barzagli dan Bonucci tetap berduet menghalau serangan Bologna yang bertandang ke Juventus Stadium (9/12/11) pukul 03.00 WIB, demi merebut satu tiket ke perempat final.

Nama-nama dari Juventus Primavera; Marrone ikut disertakan dalam starting eleven. Pemain lainnya adalah Storari, Paolo De Ceglie, Krasic, Sorensen, Pazienza, Giaccherini, Quagrialella, dan sang kapten Del Piero. Awal pertandingan berjalan lambat, bola bergerak pelan dari kaki ke kaki pemain tengah. Bukannya tanpa kesempatan, Del Piero dan Quagrialella mendapat kesempatan. Beruntung bagi Bologna, kiper mereka Agliardi tampil memukau, menunjukkan insting yang baik. Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata.

0 "Lo Spirito Juve" Is Back

Rabu, 30 November 2011
Sumber Gambar

Banyak Juventini di dunia maya yang menyebut Juve musim ini (2011/2012) mulai memperlihatkan kembali tajinya seperti mereka di era kejayaan, 1997-2004, terutama pada era kepelatihan Lippi. Sebagai Juventini 2000-an jelas tidak mengetahui detail era yang disebut-sebut tersebut. Namun, satu yang pasti era tersebut menampilkan sesuatu yang khas, lo spirito juventus, sebuah filosofi semangat pantang menyerah, mental baja hingga peluit panjang dibunyikan.

Pertandingan tadi malam melawan Napoli di kandang mereka, San Paolo (30/11/11) jelas menjadi ujian berat. Napoli beberapa tahun terakhir telah menjelma klub "penghancur para raksasa". Tak usah jauh-jauh, Inter dan Milan mereka hancurkan dengan skor telak 3-0 dan 3-1 di musim ini. Bahkan, di Liga Champion mereka terhitung klub underdog, menghancurkan Manchester City yang sedang on fire di kandang mereka dengan skor 2-1.

0 Hasil Seri yang Dibarengi Keberuntungan

Minggu, 25 September 2011
Selebrasi gol Krasic ke gawang Catania (sumber)

Melawat ke kandang Catania, Juventus diwarnai beberapa masalah. Antonio Conte tidak bisa memainkan Vucinic yang terkena kartu merah dan dihukum 1 laga, padahal pemain ini kerap menjadi oportunis yang sangat berbahaya di dalam kotak 12 m lawan. Selain itu, penampilan De Ceglie pada laga sebelumnya--melawan Bologna--mengecewakan. Kalau boleh dibilang, gol yang tercipta dari Bologna berawal dari kesalahan antisipasinya di dalam kotak penalti, sehingga menghasilkan tendangan sudut yang dikonversi menjadi gol. Conte tentu tidak ingin berjudi, karena sebelumnya De Ceglie juga membuat masalah dengan kartu merah yang didapatnya saat melawan Parma.

0 The New Stadium of Juventus

Kamis, 08 September 2011

Sumber

Sebuah langkah revolusi dirasa penting untuk meningkatkan prestise seseorang, termasuk sebuah klub yang telah memiliki dan memenangi semua trofi bergengsi sepakbola. Terlebih lagi klub yang selalu menjadi kekasih Italia (La Fidanzata D'Italia) ini pengoleksi scudetto (Piala Seria A Italia) terbanyak dengan jumlah 29, klub Italia pertama yang telah memakai bintang dua di dada jersey mereka. Juventus merupakan klub  raksasa sepakbola dunia yang malam ini akan mencatatkan sejarah penting sepakbola Italia dan dunia.

0 APA YANG KAU PIKIRKAN PIAZON?

Minggu, 20 Maret 2011
Lucas Piazon di Olimpico Turin


Lucas Piazon, ‘wonderkid’ yang digadang-gadang menjadi suksesor Kaka gagal menjadi pemain Juventus? Ini sebuah fakta menyedihkan, terlebih di pertengahan musim 2010/2011 sang bocah telah ‘hampir’ menjadi pemain Juventus di usianya ke 18 di tahun 2011 nanti, bahkan dia sempat ke Turin untuk ikut berlatih di Vinovo dan menyatakan keinginan untuk berbaju hitam-putih. Apa yang kau pikirkan Piazon?

0 AKU TETAP dan SELAMANYA JUVENTINI

Senin, 07 Maret 2011

Pengetahuanku tentang Juventus tidaklah seluas teman-teman juventini lain, atau aku dikatakan bukanlah juventini sejati. Namun akulah yang paling tahu seberapa besar kecintaanku terhadap Juventus. Aku memang tidak selalu aktif di Fans Page para juventini untuk meng-update berita atau sekedar menulis ‘FORZA JUVE’. Ketika Juventus kalah, kurasakan energiku berkurang lebih dari 50 %, ditambah kebahagiaan tifosi lain yang timnya meraih kemenangan. Apa yang terjadi?aku tetap dan akan selamanya Juventini.

0 I'm a JUVENTINI

Senin, 04 Oktober 2010

perkenalanku dengan Juve memang terbilang biasa, kebetulan saat itu rumah yang kukunjungi sedang menyetel salah satu stasiun televisi yang lagi menayangkan pertandingan Juventus--lupa versus siapa. saat itu aku masih kelas dua SMP--sekarang kuliah semester 03. bukannya aku selama ini tidak pernah menonton pertandingan sepakbola lainnya. tapi jujur kukatakan, itulah pertama kali aku mengeja nama sebuah klub tersukses di Italia bahkan Eropa, J U V E N T U S. lalu apa yang terjadi setelah ejaan itu kuselesaikan adalah kenyataan bahwa aku benar-benar kecantol, jatuh cinta, kesensem dan bahkan terkagum-kagum.

itulah Juventus
itulah La Vecchia Signora
itulah The Old Lady
itulah Si Nyonya Tua

sejak saat itu mulai kukenal nama-nama bianconarro--pemain Juve--yang masih aktif maupun yang sudah tercatat sebagai legenda. Sebut saja Del Piero yang tidak sombong, super golnya Juve si David Terezeguet, pilar lini belakang yang sempat menjadi kiper terbaik dunia, Buffon dan seorang punggawa yang tak kenal lelah dilapangan, Pavel Nedved. generasi yang kukenal saat itu memang menjadi pemegang estafet dari pendahulunya, sebut saja eranya Boniperti.





pada tahun 2006 malapetaka itu datang. Juve yang harusnya telah mengoleksi 29X scudetto yang artinya tinggal satu lagi menuju bintang tiga harus terhenyak dengan kemunculan perkara skandal calciopoli yang menuduh Luciano Moggi--direktur olahraga juve ketika itu--mengatur jalannya pertandingan dengan memanfaatkan jasa wasit. Skandal ini tidak hanya menimpa Juventus namun juga AC Milan dan Lazio. Alhasil, gelar scudetto Juventus dicabut dan diberikan ke Inter Milan yang menduduki peringkat ketiga--diposisi dua adalah AC Milan. Tidak hanya itu, gelar setahun sebelumnyapun harus dicabut dan 'juga' dicuri oleh Inter Milan. Skandal ini juga sebenarnya memunculkan nama lain yang 'kemungkinan' terlibat yaitu Presiden Inter sendiri, Moratti.

aku tidak akan bercerita lebih banyak tentang calciopoli, terlalu menyesakkan buatku mengingat Juve yang tengah jaya-jayanya harus terkena hukuman degradasi ke Serie B walau mereka kembali lagi ke Serie A Italia setelah satu musim disana. Aku bukannya ingin berpindah membela klub lain, malah rasa cintaku terhadap Juve semakin melangit walau banyak pemain top dunia pindah ketika itu, sebut saja Ibrahimovic dan Vieira.

now..............
kita sambut  New Juve with young squad

Juventus memang tidak mau main-main dengan proyek jangka pendek--sekedar membeli satu pemain bintang. keinginan manajemen adalah membangun tim yang siap menatap masa depan tidak sekedar angin-anginan, tapi konsisten disetiap musim. Dalam data statistik pun Juve duduk di posisi dengan skuad paling muda, apalagi setelah penjualan David Terezequet ke Hercules, Cannavarro ke klub Arab dan Poulsen ke Arsenal.

kesedihan pasti dirasakan para Juventini seluruh dunia dengan kepergian legend-legend yang sanggup bertahan walau Juve terdegradasi. Namun, bila langkah ini tidak berani diambil, Juve akan kesulitan memaksimalkan kekuatan, mengingat kondisi fisik dari pemain yang semakin menurun.

so, mari kita sambut dengan gembira dan dukungan penuh new bianconarronya JUVE

Simon Pepe
Bonucci
Marco Motta
Quagliarella
Milos'new nedved' krasic
Aquilani
Marco Storari
Rinaudo
Martinez

hopefully give a high dedication to u'r club

--------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------

setelah sekian lama berkeinginan buat nonton bareng pertandingannya Juve akhirnya hasrat itu tepenuhi hari ini, tepatnya tadi pagi (01.45-04.15) dalam pertandingan spesial Derby d'Italia, mempertemukan kembali rival abadi, Inter Milan VS Juventus (04/10/10). Di kampus beberapa teman juga seorang Juventini, makanya kuajak untuk sekalian menonton tim kesayangan dalam laga penuh emosi tersebut.

jam 24.00 kami mulai berangkat mencari alamat tempat diakannya NonBar, di Jl. Setiabudi nomor 8 sukun, d'Barista Cafe. setelah mutar-mutar di sekitaran Banyumanik, Semarang. Kami belum menemukan alamat yang dituju sampai akhirnya aku teringat kalau di Undangan FB ada CP yang dapat dihubungi. Alhamdulillah berkat kebaikan Mas Giants kita dijemput disebelah pom bensin.

kami tidak merasakan ngantuk sama sekali sepanjang pagi, teriakan, nyanyian penuh semangat, candaan dan harapan menjadi kekuatan yang membuat tubuhku bergetar. Walau hasil akhirnya adalah seri 0 - 0, namun tidak bisa kulupakan momen pertama kali bergabung dengan juventini sejati di Semarang (JCI-Chapter Semarang).

setelah pulang, jersey hitam putih menggenang dikepalaku........
dan sekarang aku tidak ragu menjerit

I'M A JUVENTINI



FORZA JUVE



oleh: Qur'anul Hidayat Idris
040910
Semarang