Sulit untuk mendeskripkan jenis perasaan seorang Nurdin Halid, ditengah begitu banyak hujatan, ketidakpuasan, caci maki, dan segala macam aksi penolakan keberadaannya di PSSI, beliau masih tetap tidak mau turun dari kursi kekuasaannya. Apakah ini dikarenakan beliau sudah minum jamu anti-malu atau masih merasa dirinya benar atas semua yang secara berjamaah disebut SALAH?
0 Nurdin Halid VS FIFA
Diposting oleh
Kampung Karya
Rabu, 09 Maret 2011
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
berita,
catatan kampoeng-ku
0
komentar
0 '09 Mobile
Diposting oleh
Kampung Karya
Selasa, 08 Maret 2011
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
about Sasindo Undip,
catatan kampoeng-ku,
kampus FIB
0
komentar
Sekilas membaca judul, sepertinya itu mengarah pada sesuatu yang berbau teknologi. Bahkan aku saja terkaget-kaget ketika nama yang bisa dibilang ‘keren’ itu nampang di papan tulis sewaktu pemilihan Tim Produksi Pengantar Pengkajian Puisi tadi pagi. Usut punya usut itu adalah nama alias dari salah satu TimPro dan aku termasuk salah satu di dalamnya. Hm, apa ya itu 09 Mobile?
0 AKU TETAP dan SELAMANYA JUVENTINI
Diposting oleh
Kampung Karya
Senin, 07 Maret 2011
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
semua tentang JUVENTUS
0
komentar
Pengetahuanku tentang Juventus tidaklah seluas teman-teman juventini lain, atau aku dikatakan bukanlah juventini sejati. Namun akulah yang paling tahu seberapa besar kecintaanku terhadap Juventus. Aku memang tidak selalu aktif di Fans Page para juventini untuk meng-update berita atau sekedar menulis ‘FORZA JUVE’. Ketika Juventus kalah, kurasakan energiku berkurang lebih dari 50 %, ditambah kebahagiaan tifosi lain yang timnya meraih kemenangan. Apa yang terjadi?aku tetap dan akan selamanya Juventini.
0 ‘MENJAILI’ Mahasiswa Vietnam
Diposting oleh
Kampung Karya
Minggu, 06 Maret 2011
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
catatan kampoeng-ku,
kampus FIB
0
komentar
![]() |
| kok gambarnya jadi Tom & Jerry ya? haha |
Minggu pertama kuliah semester IV sudah benar-benar sibuk, sebagian besar dosen aktif mengisi dan datang tepat waktu. Salah satu jadwalku di hari kamis adalah Pengkajian Kesenian Tradisonal, ini merupakan mata kuliah pilihan yang kuambil, sebenarnya milik semester VI, tapi karena maksimal materi di semester IV hanya 22 SKS sedang aku bisa mengambil 24, maka harus memborong satu mata kuliah di semester atas. Sebenarnya aku berniat mengambil salah satu mata kuliah peminatan Linguistik di semester VI, namun secara menyebalkan semua mata kuliahnya berbenturan waktu dengan mata kuliah wajibku. Alhasil aku dan beberapa teman mengambil PKT.
2 JANGAN LAKUKAN PEMBUNUHAN KARAKTER!
Diposting oleh
Kampung Karya
Jumat, 04 Maret 2011
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
catatan kampoeng-ku,
tulisan motivasi saya
2
komentar
Dua hari yang lalu aku mengikuti rapat BEM yang membahas tentang cara penarikan DKM (Dana Kemahasiswaan), aku disitu sebenarnya mewakili HaWe, tapi dikarenakan tidak ada perwakilan KMSI (Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia) yang hadir dan kebetulan ada Achmad—anggota Hawe—yang hadir, jadinya secara dadakan aku jadi perwakilan KMSI. Tidak masalah, yang penting KMSI tidak diberi sanksi karena tidak ada perwakilan rapat.
0 Hallo, Saya Masuk Kuliah Lagi
Diposting oleh
Kampung Karya
Selasa, 01 Maret 2011
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
catatan kampoeng-ku,
kuliah
0
komentar
0 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL BENTARA BUDAYA BALI 2011
Diposting oleh
Kampung Karya
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
info lomba menulis 2011
0
komentar
Deadline: 20 Mei 2011
Masyarakat Indonesia umumnya mengenal mitologi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari unsur-unsur kepercayaan lokal. Sebelum agama-agama disebarkan serta dipeluk secara luas, mitologi telah memiliki peran penting dalam upaya kontrol sosial masyarakat melalui beragam tata nilai, norma serta amanat yang terkandung di dalamnya. Bahkan, hingga kini, kisah-kisah mite masih mengambil andil dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat berbagai daerah, baik sebagai warisan intangible culture maupun fungsi-fungsi lain yang bersifat edukatif dan rekreatif.
Masyarakat Indonesia umumnya mengenal mitologi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari unsur-unsur kepercayaan lokal. Sebelum agama-agama disebarkan serta dipeluk secara luas, mitologi telah memiliki peran penting dalam upaya kontrol sosial masyarakat melalui beragam tata nilai, norma serta amanat yang terkandung di dalamnya. Bahkan, hingga kini, kisah-kisah mite masih mengambil andil dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat berbagai daerah, baik sebagai warisan intangible culture maupun fungsi-fungsi lain yang bersifat edukatif dan rekreatif.






