Tampilkan postingan dengan label Cerita Bersambug QHI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Bersambug QHI. Tampilkan semua postingan

20 Menahan Bulan dalam Dompet (Cerbung)

Senin, 23 Januari 2012
Sumber Gambar

--Saya post ulang karena eksperimen kolom komen baru yang gagal membuat beberapa komentar hilang. Sekarang sudah normal kembali. Silakan menikmati--


Menahan Bulan dalam Dompet
Seorang pemuda berlari tergesa menuju sebuah ruangan. Setelah melepas sepatunya ia langsung masuk dan duduk diantara empat pemuda lain yang sudah membentuk lingkaran. Ia mengelap keringat yang mulai mencuat di dahinya dengan sapuan punggung tangan. Setelah nafasnya agak teratur, ia langsung merogoh saku bagian depan celana jeannya. Tak berapa lama, tangannya berhenti, sepertinya sudah menemukan apa yang ia cari. Ia mengeluarkan secarik kertas terlipat kecil berwarna putih.

0 Gerimis di Dada Iping (Bag. 3)

Sabtu, 12 Maret 2011
(bagian 2, klik di sini)

“aku udah nggak punya pacar sekarang!” kubenam puntung rokok di asbak sampai sisa apinya padam. Dua teman di depanku sontak terdiam, menghentikan tawa.
“apa Ping?” Ocim menyodorkan telinga
“kami udah putus!” kuambil rokok di lantai lalu menyalakannya, mereka saling pandang.
“sama Iza?”
Kuhembuskan asap rokok itu melewati kedua wajah kedua temanku itu, mata mereka mengerjap. Suasana dihatiku kembali kusam. Iza kembali bercokol di kepalaku. Aku mencoba tenang dengan rokok yang terus kuhisap.

0 Gerimis di Dada Iping (Bag. 2)

Jumat, 11 Maret 2011
(bag. 1, klik di sini)


Sebelum mengenal Iza, kuhabiskan sebagian besar waktuku bersama kawan-kawan yang juga penggemar vespa, menggelandang kemanapun kami mau. Aku sering bolos kuliah karena malam bagi kami adalah siang, haram hukumnya terlelap. Kami bergiliran menyediakan kontrakan atau kosan sebagai tempat nongkrong, tak jarang pesta obrolan berakhir dengan segelas ciu. Rokok? Setiap ruangan bekas kami nongkrong adalah bau rokok, itu adalah nyawa yang lebih kami pilih daripada mengisi perut yang terbiasa kosong.

0 Gerimis di Dada Iping (bag. 1)


IZA

Hatiku berdetak,
Kau mungkin ingin membantahnya, mana ada hati yang berdetak, mana ada hati yang menyerupai jantung. Namun, malam hari ini, aku merasakan dengan sesungguhnya hatiku berdetak, seperti saat aku ketakutan, cepat dan berirama kacau. aku mengendarai vespa bututku cepat, rasanya melayang entah kemana. Sempat aku takut kalau-kalau tanpa sadar aku telah menabrak kendaraan di depan dan masuk ke trotoar jalan.