(WAJIB BACA!) KITA BAHKAN TIDAK TAHU BAHWA AMERIKA DIBANGUN DARI EMAS PAPUA....MENYEDIHKAN!!!!

Minggu, 04 Maret 2012
Share this history on :

KITA BAHKAN TIDAK TAHU BAHWA AMERIKA DIBANGUN DARI EMAS PAPUA....MENYEDIHKAN!!!!
by Daeng Limpo on Wednesday, January 4, 2012 at 11:45am

"Saya mengcopas dari tulisan Takarawa Orita, karena menurut saya tulisan ini penting, setidaknya bagi saya pribadi.  Menurut saya, negeri ini telah "dirampok"  oleh "VOC baru" dengan cara melakukan pendekatan kepada para pejabat negara yang korup.  Sehingga perjanjian yang mereka buat sangat-sangat menguntungkan pihak asing dan sangat-sangat merugikan penduduk lokal.  Hal ini juga terjadi di propinsi Riau dengan sumber daya alamnya seperti hutan dan  juga migas"

Takarawa Orita

KITA BAHKAN TIDAK TAHU BAHWA AMERIKA DIBANGUN DARI EMAS PAPUA....MENYEDIHKAN!!!
 

Tahukah pembaca jika sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika saat ini ternyata adalah hasil perampokan resmi mereka atas gunung emas Papua?
Benar, Freeport adalah lahan sangat empuk bagi segelintir pejabat, para jenderal dan juga para politisi busuk negeri ini, yang menikmati hidup bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini.
Sungguh, mereka ini tidak lebih baik dari seekor lintah!

Akhir tahun 1996, sebuah tulisan berjudul, Indonesia, CIA and Freeport. oleh Lisa Pease, dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Dan berikut isi uraian tulisan tersebut.

Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Freeport Sulphur (nama perusahaan itu), awalnya nyaris bangkrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.

Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.Agustus 1959, Ditengah situasi itu, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936.

Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah.

Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah.Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudulThe Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari.

Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.

Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas karena Soekarno mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.

Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John F Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah sepertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat.

Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.

Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.

Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan "bangsa kera" yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.
Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport.
Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.
Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA.

Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Tetapi Maret 1965, Augustus C.Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller.
Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.

Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya.
Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport?

Sungguh diluar dugaan, Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka.

Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport!.

Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia.
Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport menggandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.

Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik Jim Bob& Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun.
Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis sebuah buku berjudul Grasberg setebal 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia.
Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!!

Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapur a sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika.
Betul betul sebuah perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!!

Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu



Catatan K3: Indonesia begitu kaya, semua pasti sudah tahu itu. Kekayaan Indonesia tak dapat dinikmati oleh rakyatnya sendiri, juga semua pasti sudah tahu. Namun, apakah kita lantas diam dan membiarkan itu berlanjut? Tentu semua sudah tahu jawabannya adalah TIDAK. Lalu apa yang harus kita lakukan sedang kita tak punya otoritas apa pun. Gunakan ruang-ruang informasi untuk setidaknya menyadarkan banyak orang tentang "KEBEJATAN" ini. Lalu, biarkan TUHAN MELIHAT USAHA KITA.


AYO BLOGGERS, SEBARKAN TULISAN INI.

Related Posts by Categories

24 komentar:

Ririe Khayan Says:
Minggu, Maret 04, 2012

Secara detail ttg freeport memnag kurang begitu paham, tp setahu saya kontrak freeport di mata awam saya memang seolah kontrak sampe habis sumber tambangnya. Karena ketika masa kontrak akan habis (jelang beberapa tahun) langsung di teken kontrak lanjutan berpuluh tahun berikutnya dan herannya pemerintah dengan 'mudah' bisa meng ACC. jujur saya tidak mengerti alasan knp pemerintah demikian mudahnya 'menyerahkan' hasil bumi ini ke pihak asing. Pdhl potensi SDM kita sdh sangat jauh lebih baik capabilitynya

eksak Says:
Minggu, Maret 04, 2012

Kayaknya kita cuma bisa berharap tanpa usaha lebih jauh? Knapa? Karna pemimpin kita korup! Bhahaha

HEЯRY Says:
Minggu, Maret 04, 2012

Yang jelas mereka lebih pintar, yang berkuasa disana tinggal dikasih aja jatah tutup mulut agar perusahaan freeport jalan terus dengan beragam kontrak yang bisa berubah seolah menjadi milik pribadi..
Seperti biasa kalo sudah habis enaknya baru deh pada teriak, giliran jatahnya nggak dapet baru deh ngebocorin..

vie_three Says:
Minggu, Maret 04, 2012

hmm... aku gak gitu ngerti yak, tapi kayaknya gak hanya negara indonesia yg mempunyai masalah kayak gini. Yg jelas siy, kembangin dulu SDM kali yach baru kemudian kita bisa lebih pintar dari negara lain.

cik awi Says:
Minggu, Maret 04, 2012

kalo yg ginian siapa seharusnya yg bertanggung jawab..ya?

meutia rahmah Says:
Minggu, Maret 04, 2012

sangat miris...negara kita kaya namun yg menikmatinya bangsa lain..

Diat Says:
Minggu, Maret 04, 2012

Oh freeport itu ya?

Hana Ester Says:
Minggu, Maret 04, 2012

Yang penting kita harus semangat qaqa :D

Susu Segar Says:
Minggu, Maret 04, 2012

wah aku malah baru tau detailnya gini. . . .

tapi ya gimana lah. . . mau nutup ya siapa kita dimata mereka. . .

berdoa dan menjadi orang cerdas yang bisa kita lakukan sekarang. . .

Arief Rachmadi Blogger Pemula Says:
Senin, Maret 05, 2012

yang jelas bukan salahku, salahkan penguasa di negeri ini. Bego banget sih, sudah jelas isinya kyk gtu, msh aja stju memprpnjng kontrak

jiah al jafara Says:
Senin, Maret 05, 2012

mirisssss~

uchank Says:
Senin, Maret 05, 2012

Astagfirullah..
miris amat baca tulisan ini. . .
indonesia terlaluuuuuuuuu baik atau terlaluuuuu be.. ah sudahlah.

Syamatahari Says:
Senin, Maret 05, 2012

lagu lama, tapi... tetap aja kan pemerintah Indonesia tidak bisa berbuat apa-apa :)

Patta Hindi Azis Says:
Senin, Maret 05, 2012

postingan yang mengentak...SDA alam Indonesia hampir 80 persen dikuasai asing...

salam hangat

Muro'i El-Barezy Says:
Senin, Maret 05, 2012

menyedihkan....., dan ini sudah berlangsung lama
omong kosong Indonesia sudah merdeka, kita masih dijajah, dijajah..
pemerintah seharusnya punya kebijakan yang pro rakyat, jangan malah sembunyi di ketiak amerika
menyedihkan sob, huhuhu....

Nurmayanti Zain Says:
Selasa, Maret 06, 2012

hah :o serius?
kok langsung jadi miris ya.. #down

Juwita Hsu Says:
Selasa, Maret 06, 2012

Saya sudah pernah membaca artikel yang membahas tentang hal ini..Miris memang negara kita hanyalah tambang yang dimanfaatkan oleh negara lain karena ulah anak bangsa sendiri :'(

Punya.Tia Says:
Selasa, Maret 06, 2012

hmmmmm..... miris yaa??? n kalau sudah tau faktanya, apa yg bisa kita lakukan??

Susu Segar Says:
Selasa, Maret 06, 2012

kunjungan malem ah. . . . . ada cemilan ndak nih. . .

Mine and Me Says:
Selasa, Maret 06, 2012

yah, beginilah nasib penduduk lokal sekarang yang menjadi penonton di kota kelahiran mereka sendiri, melihat orang asing menggali kekayaan dari tanah mereka...

mudah-mudahan pemerintah segera tercerahkan...

Kaito kidd Says:
Rabu, Maret 07, 2012

halal untuk diperangi ga ya sob :)

Adang N M I Says:
Jumat, Maret 09, 2012

hmmm menyedihkan negara ini...


salam bahagia dan follow juga ya
Revolusi galau

outbound malang Says:
Kamis, Maret 22, 2012

kunjungan ..
salam sukses ..:)

outbound training di malang Says:
Minggu, April 22, 2012

kunjungan gan.,.
bagi" motivasi.,.
fikiran yang positif bisa menghasilkan keuntungan yang positif pula.,..
di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,

Posting Komentar

Selesai baca, tinggalkan jejak ya!