Kau menunggu di depan pintu
rumah kita hampir setiap hari ketika aku terlambat pulang. Aku melihat senyummu
saat masih di dalam mobil. Seketika jantungku memacu, keringat muncul di
keningku. Aku merasa bersalah, untuk sesuatu hal yang tak kau ketahui. Atau,
sesuatu yang tak mungkin kau ketahui karena rasa cintamu lebih besar dari semua
kecurigaan yang ada di dunia.
2 Kau...
Diposting oleh
Kampung Karya
Sabtu, 22 September 2012
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
Fiksimini
2
komentar
19 [SUPERNOVA 2] Akar: Reinkarnasi
Diposting oleh
Kampung Karya
Minggu, 10 Juni 2012
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
resensi
19
komentar
Sempat
terlintas pertanyaan di benakku, kenapa novel kedua dari Supernova diberi judul Akar?
Judul yang baik tentu dapat mengundang rasa penasaran bukan? Yup, dari sanalah aku kembali berkubang dengan yang dipikir dan sempat terpikir oleh Dee untuk menemukan jawabannya. Tidak begitu
nampak korelasi antara buku ini dengan serial yang pertama, Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh.
Namun, dengan membaca buku yang pertama, aku tak perlu beradaptasi begitu lama
dengan daya dan gaya berpikir Dee. Perlu kau tahu, ada keliaran di mata penanya.
19 Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh: Cermin Kebenaran dalam Sebuah Paradoks
Pukul
01.30 novel 318 halaman itu selesai kubaca—membutuhkan waktu 7 jam. Sampulnya
berwarna hitam dengan ilustrasi melingkar menyerupai jaring laba-laba. Aku
berkeringat—dalam arti sebenarnya—pun begitu dengan otakku. Novel berjudul Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh dikarang
oleh seorang selebritas (juga penyanyi) yang belakangan lebih akrab sebagai
seorang penulis. Dewi Lestari atau Dee berhasil menambah “perjalanan empiris”
tentang banyak hal. Mulai dari bifurkasi, fraktal, atractor asing, simulakrum
sampai pada pemahaman tentang “kesadaran” lokal dan nonlokal. Saat menulis ini,
dahiku mengerut.
6 Si Gaga dan Beragam Reaksi
Diposting oleh
Kampung Karya
Selasa, 29 Mei 2012
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
berita
6
komentar
Kaget bukan main saya ketika mendapati foto di atas terpampang di beranda FB saya. Lama saya membaca dan coba memahami maksud dari foto tersebut. Tulisan saya Lady Gaga yang batal ke Indonesia mendapat beragam reaksi. Ada yang setuju dan ada juga yang menceramahi saya karena ketidaksetujuannya akan pendapat saya. Okelah, perbedaan itu biasa dan sebuah keniscayaan. Tapi foto di atas membuat saya harus membuat postingan ini, untuk kembali merangkum pendapat.
6 Lady Gaga dan Kuasa Suara Minoritas
Diposting oleh
Kampung Karya
Minggu, 27 Mei 2012
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
berita
6
komentar
Siang tadi kabar resmi tentang batalnya kedatangan Lady Gaga di Indonesia menghebohkan media elektronik maupun media-media sosial. Pihak promotor menyanggupi untuk mengembalikan biaya pembelian tiket 100 persen. Sebelumnya saya masih percaya kalau konser ini akan tetap dilaksanakan karena kuatnya desakan dari pihak yang merasa "pembatalan konser terlalu mengada-ngada". Lalu saya terkaget-kaget mendapati fakta kalau "suara minoritas" telah menjinakkan "otoritas".
6 "Rusuh" itu Hangat
Diposting oleh
Kampung Karya
Jumat, 25 Mei 2012
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
catatan kampoeng-ku
6
komentar
Banyak cara untuk merasakan hangatnya sebuah pertemuan, pertemanan, dan sebuah hubungan. Bisa saat sekadar menyaksikan sebuah senyuman, lelucon, kejailan, atau bahkan saat di warung makan. Setelah sekian lama meninggalkan blog ini (baca: lama) aku "tergelitik" untuk tidak bisa menolak menulis sebuah fragmen kecil dari "persahabatan kecil" kami.
Pertama
12 Curhat BBM
Diposting oleh
Kampung Karya
Kamis, 29 Maret 2012
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
berita
12
komentar
Berita singkat yang menceritakan kegundahan ini saya ambil dari status FB LPM Hayamwuruk. di sini
Curhat BBM:
Salah satu pengelola LPM Hayawuruk, sodara Qur'anul Hidayat (Pemred) merupakan putra asli Riau. Di provinsi yang berpenduduk rata-rata orang Melayu tersebut merupakan lumbung minyak bumi yang besar. Selain dikelola Pertamina, perusahaan asing pun ikut menyedot minyak di sana. Namun, menurut laporan dari saudara Dayat (panggilan, red), bahwa di tempat yang notabene tersedia banyak minyak bumi tersebut sering mengalami kelangkaan BBM. Bahkan, ia baru mendapat kabar bahwa saat ini di Kabupaten Bengkalis masyarakat hanya bisa membeli BBM maksimal Rp. 15.000,00.
Salah satu pengelola LPM Hayawuruk, sodara Qur'anul Hidayat (Pemred) merupakan putra asli Riau. Di provinsi yang berpenduduk rata-rata orang Melayu tersebut merupakan lumbung minyak bumi yang besar. Selain dikelola Pertamina, perusahaan asing pun ikut menyedot minyak di sana. Namun, menurut laporan dari saudara Dayat (panggilan, red), bahwa di tempat yang notabene tersedia banyak minyak bumi tersebut sering mengalami kelangkaan BBM. Bahkan, ia baru mendapat kabar bahwa saat ini di Kabupaten Bengkalis masyarakat hanya bisa membeli BBM maksimal Rp. 15.000,00.







