Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh: Cermin Kebenaran dalam Sebuah Paradoks

Jumat, 08 Juni 2012
Share this history on :


Pukul 01.30 novel 318 halaman itu selesai kubaca—membutuhkan waktu 7 jam. Sampulnya berwarna hitam dengan ilustrasi melingkar menyerupai jaring laba-laba. Aku berkeringat—dalam arti sebenarnya—pun begitu dengan otakku. Novel berjudul Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh dikarang oleh seorang selebritas (juga penyanyi) yang belakangan lebih akrab sebagai seorang penulis. Dewi Lestari atau Dee berhasil menambah “perjalanan empiris” tentang banyak hal. Mulai dari bifurkasi, fraktal, atractor asing, simulakrum sampai pada pemahaman tentang “kesadaran” lokal dan nonlokal. Saat menulis ini, dahiku mengerut.

***
Dua orang pemuda cerdas—juga dalam arti sebenarnya—yang sedang kuliah di luar negeri bertemu. Boleh dikata ini awal sebuah “tunas” di benak mereka yang haus sensasi dan pelepasan. Dimas yang kuliah di George Washington University bertemu dengan Reuben, si “teoritis” yang belajar di Johns Hopkins Medical School. Tak mengejutkan jika Dee menambah bumbu “unik” pada dua tokoh ini. Keunikan tak terletak pada fisik mereka, namun pilihan hidup. Yup. Mereka berdua gay alias homo dan kebetulan sekali jatuh cinta karena kesamaan visi. Mereka membuat janji berdurasi sepuluh tahun.
Jika kau (pun aku) tak bersentuhan langsung dengan teori-teori fisika dengan percampurannya dengan filsafat. Maka bersiaplah berkerut dahi membaca bagian-bagian awal novel ini. Dee mengeksplor pengetahuannya tentang konsep “ADA” lewat pemikiran dan halusinasi Reuben. Kau akan disuguhkan sebuah cermin bernama order dan chaos, keteraturan dan kekacauan.
Mereka berdua sampai pada sepuluh tahun kemudian di Jakarta dengan janji masa lalu yang hendak diwujudkan. Mereka berdua akan membuat sebuah mahakarya penggabungan antara “fiksi” dengan pemahaman jangka panjang tentang “fisika-filsafat”. Mereka akhirnya memutuskan akan membuat sebuah cerita dengan order dan chaos sebagai pondasi, menjadi lekuk kehidupan para tokohnya. Sebuah dongeng masa kecil, Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh mereka transformasikan ke dalam diri para tokoh modern, manusia millenium.
Lahirlah sang kesatria mereka yang diberi nama Ferre (seorang eksekutif muda, managing direcotr sebuah perusahan multinasional) yang sibuk dengan semua urusan pekerjaannya. Ia lupa cara mengolah perasaannya pada seorang wanita. Hingga sang putri datang dalam wujud seorang reporter sebuah majalah wanita, bernama Rana. Lewat sebuah takdir pertemuan wawancara, mereka memulai sebuah “kekacauan”. Mereka saling jatuh cinta, namun di saat yang tak tepat. Rana, sang putri telah diikat oleh seorang pangeran yang bahkan tak ia cintai.
Lalu siapa refleksi bintang jatuh dalam bakal mahakarya Reuben dan Dimas? Ia berwujud seorang wanita, cantik, cerdas, bermata hitam, modern, dan kaya. Ups tunggu dulu, satu hal mungkin ketinggalan. Atas ide “gila” Dimas, ditambahkanlah identitas “kekacauan” lain dalam diri sang bintang jatuh, seorang pelacur. Mereka memberi namanya Diva.
Diva seorang wanita “siap pakai” dengan tarif dolar. Tak sembarangan orang bisa menyentuh tubuhnya karena harus rela merogoh kocek U$ 1500. Dee memanfaatkan profesi Diva untuk mengkritik kebiasaan orang-orang dengan label “kaya”. Bahkan ia tak segan memakai seorang tokoh berusia 50 tahun, seorang guru besar di salah satu universitas ternama yang menjadi salah satu “pelanggan” Diva.
Di sisi yang lain. Ferre dan Rana semakin memupuk percintaan mereka. Bahkan, Rana menganggap sebuah ketersiksaan jika harus melayani suaminya, Arwan. Ia selalu mencari alasan untuk tidak di rumah agar bisa melepas kerinduannya kepada Ferre. Mereka semakin mencinta, walau tak punya keberanian mengambil keputusan.
Kisah cinta ini semakin rumit ketika Arwan mulai mencium bau perselingkuhan. Apa yang akhirnya mereka putuskan ternyata berbanding terbalik dengan kenyataan yang mereka rangkai. Bagaimanakah akhir dari “kekacauan” yang diciptakan Ferre dan Rana? Lalu seperti apakah jalan cerita ketika si bintang jatuh masuk ke kehidupan Ferre? Lalu siapakah tokoh Supernova—Reuben dan Dimas menyebutnya Cyber Avatar—yang tiba-tiba muncul dalam kehidupan para tokoh? Sebaiknya anda jangan ragu untuk mencari kelanjutannya di toko buku.
***
Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh merupakan bagian pertama dari serial Supernova. Buku ini dicetak kembali oleh penerbit Bentang Pustaka pada tahun 2012 setelah “terjun” ke ranah kesastraan (dan perbukuan) Indonesia sejak 2011.
Dee mengeksplor banyak hal tentang “fisika-filsafat” yang di banyak bagian dijelaskan secara rumit lewat percakapan Reuben dan Dimas. Kerangka pemikiran dibuka lewat order dan chaos ketika Reuben sedang “melayang”—karena pengaruh obat-obatan. Di tengah halusinasinya, Reuben merasa otaknya menjadi lebih bersih dan segar untuk melihat keadaan di sekitarnya. Ia kemudian berkesimpulan bahwa keteraturan dan kekacauan adalah mediasi untuk melihat kebenaran. Bahwa kebenaran haruslah dilihat dari dua sisi. Kejernihan pikiran itulah yang didapatkan oleh para pertapa.
Kerangka berpikir Reuben ditata sedemikian rupa oleh Dee untuk menampung “idealisme”. Ia menjelaskan banyak tentang sejatinya keADAan manusia, bahwa segala hal terletak pada titik “kekekalan”. Sebuah ucapan Reuben di bawah ini memberi gambaran pemikirannya.
“...Dan, apa yang ia lihat berhantung dari respon mana yang ia pergunakan. Otak adalah alat yang disediakan bagi kita untuk bermain dengan hidup. Permainannya sendiri? Terserah anda.” (KPdBJ, Dee: hlm. 127)
Dalam kerangka berpikir Reuben, segala sesuatu yang ditangkap manusia sebagai objek meruapakan hasil dari keinginan yang diciptakan manusia itu sendiri, dengan otak sebagai mediasi. Ini juga tak lepas dari penjelasannya tentang “konsep waktu”. Bahwa waktu—masa kini, masa lalu dan masa depan—sebenarnya hanyalah akibat dari pengolahan bagian otak yang bernama cortex. Bagian itulah yang menyusun kekacauan mencari sebuah rutinitas empiris yang akhirnya terkategori. Baginya yang ada hanyalah masa kini yang terus bergerak, masa lalu yang terus bergerak, dan masa depan yang juga selalu bergerak. Tak dapat di genggam secara kategoris.
Ia berakhir dengan pemikiran tentang “kesadaran”. Bahwa ada konektivitas yang tak hanya bersifat lokal (terjadi secara alamiah), namun juga kesadaran nonlokal (berada pada tingkat lebih jauh dari bawah kesadaran). Pada pergerakannya, kesadaran yang kita miliki disebabkan oleh banyak peristiwa yang terjadi. Hebatnya, kesadaran itu digerakkan oleh seluruh semesta.
Novel ini termasuk novel “berat”. Dalam artian, membacanya haruslah dengan pikiran yang terbuka dan jernih untuk menerima segala konsep yang dijelaskan dengan tingkat kerumitan tinggi—terutama yang sebelumnya tidak mendalami ilmu filsafat. Banyak hal yang dapat kita cerna tentang konsep manusia dan segala hal tentang realitas. Dee membuktikan ia tak sekadar menciptakan cerita, tapi dengan terlebih dulu “memadatkan” pemahamannya tentang banyak hal.
Namun terkadang kerumitannya di beberapa bagian cenderung dipaksakan. Awalnya memberi kesan wah, ternyata hanya kesimpulan dari sebuah pemikiran yang sebenarnya tak begitu sulit dijelaskan. Salah satunya adalah ketika menceritakan “paradoks setengah hidup dan setengah mati”.
Terlepas dari semua itu, apresiasi rasanya pantas diberikan kepada tim editor Bentang Pustaka yang melakukan penyuntingan bahasa dengan sangat baik. Tak ada satu pun kesalahketikan yang terjadi dalam buku ini—setidaknya dalam pengamatanku.
Tuhan berbicara lewat banyak hal, banyak mulut, dan banyak peristiwa (Dee: hlm. 53)

Qur’anul Hidayat Idris
08 Juni 2012

Related Posts by Categories

19 komentar:

Uswah Says:
Jumat, Juni 08, 2012

agak bingung :D dee emg novelis hebat.. sehebat pembacanya dirampungkan dlm 7 jam wow :D

octarezka Says:
Jumat, Juni 08, 2012

sjujurnya saya sedikit bingung dengan jalan ceritanya, makanya sampe sekarang novel ini belum mampu menarik minat saya :)

Millati Indah Says:
Jumat, Juni 08, 2012

asli, ini novel yang bikin saya pusing waktu baca sekitar 9 tahun lalu. bikin senewen.

armae Says:
Jumat, Juni 08, 2012

Sampai saat ini belum sekalipun berhasil menamatkan tulisan seorang Dee..

Tapi review ini sangat menarik. Aku membayangkan kepiawaian seorang Dee menyajikan tokoh2 yang berbeda dengan karakter masing-masing yang sangat kuat...

TNT Says:
Jumat, Juni 08, 2012

sebenarnya ini adalah Novel tentang melepaskan segala sesuatu, bahkan tuhan sendiri.

Mandelbrot Fraktal, Order dan Chaos, sampai konsep Rectoverso dan Caraday's Cage; itu bagian dari penjelasan ilmiah dalam satu keutuhan besar, lebih ke TANDA TANYA AGUNG "?"

Di Novel ini saya pikir Dee mengajak kita untuk lebih eling, Novel ini ditulis dengan konsep sangat-sangat-super sederhana; Bahwa kita ini terhubung satu sama lain, dan konsep Selingkuh, namun menyentuh segala macam bidang fisika dan spiritualitas.

mudah saja jika anda semua mau membaca referensi yang digunakan Dee dalam Buku Supernova Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh.

mungkin di cetakan baru tidak ada, hanya ada di cetakan lama. nanti lama-kelamaan anda semua mengerti.

Dee mengharapkan perubahan besar dari semua kalangan, dengan membaca Supernova, Dee ingin kalian semua saling terhubung, dan menjadi "S"

saya hanya perunut jaring laba-laba ini, dan saya menantang Anda semua yang komen disini untuk BERANI HIDUP, benar-benar HIDUP.

dan menjaga Bumi kita yang hanya satu ini.

jangan hanya membaca Supernova dan mengatakan bahwa ini bualan belaka, tapi jika Anda yang matahatinya terbuka, ketika membaca ini mendapatkan Kesadaran, mari bergerak, dalam jaring laba-laba ini.

melakukan perubahan untuk Indonesia.

kami membutuhkan kalian sebagai penggerak.

tugas kalian hanya satu, ganti kacamata perspektif anda. ketika setiap masalah atau hal-hal mendera anda atau sekeliling anda, termasuk arus informasi yang mencuci otak kita lewat Televisi.

mari kita ciptakan Indonesia menjadi lebih baik, benar-benar Indonesia.

beranikah anda semua HIDUP?

Jika berani, kami menunggu anda, untuk ikut melakukan perubahan menuju arah yang baik. untuk Indonesia.

teman-teman kalian yang sudah berhasil ada 4
Bodhi, Elektra, Zarah dan Alfa.

saya akan menunggu anda, untuk Berani benar-benar Hidup.

sampai ketemu di Jaring Laba-Laba Perak.

di sana kita semua bisa meledak bersama.
dan menjadi "S"

Kampung Karya Says:
Sabtu, Juni 09, 2012

TNT: pernahkah kau jatuh cinta? *kidding. Tak peduli siapa dibalik id ini, yang jelas sepertinya kamu mengerti luar-dalam novel ini. Thanks. :)

obat jantung koroner herbal Says:
Jumat, Juni 29, 2012

berbagi Kata Kata Motivasi
Senyumlah, tinggalkan sedihmu. Bahagialah, lupakan takutmu. Sakit yg kamu rasa, tak setara dengan bahagia yg akan kamu dapat.
Air mata tak selalu menunjukkan kesedihan, terkadang karena kita tertawa bahagia bersama sahabat terbaik kita.
semoga bermanfaat dan dapat di terima :D. ku tunggu kunjungan baliknya gan :D

obat lemah syahwat Says:
Kamis, September 06, 2012

cerita fiksi yang keren.

cara pemesanan tricajus Says:
Kamis, September 06, 2012

kami tunggu kedatangannya.

pesan trica jus Says:
Kamis, September 06, 2012

update lagi yang lainnya!

тнɪɴκεʀʙεʟʟооɴ Says:
Selasa, Oktober 16, 2012

Awalnya, saya beli buku ini karena ketidaksengajaan. Kecewa. Ingin menjual ulang tapi tidak ada yang mau. Saya baca. Keren adalah kesan pertama saat fiksi dan non disatukan dalam bentuk cerita. Alur ceritanya mirip novel Dunia Sophie.

Saya tidak ingin menjadi seorang yang pura-pura tahu atau pun yang tidak mau tahu. Lucu saat kamu mengaku tahu tentang sesuatu padahal tidak haha

Be friend? ^^

cara mengonbati penyakit stroke Says:
Kamis, Oktober 25, 2012

ikut nyimak artikelnya.,.,.,

Yang Menanti "S" Says:
Senin, November 12, 2012

Baru nemu artikel ini. Sedikit berkerut dahi baca komen dari id TNT. Bodhi Elektra Zarah dan Alfa. Bodhi dan Elektra sudah bertemu dalam petir. Zarah masih berada dalam partikel. Tapi, siapa Alfa?

dari yang menanti "S"

geegeagee Says:
Senin, Desember 10, 2012

abis., bingung memang tapi, kalo lebih cermat banyak kata-kata yang iya banget! apa yang selama ini aku cari jawaban nya gak jauh., malah deket.

perlu keterbukaan dan kedewasaan membaca novel ini,karena belum tentu semua paham konsep hidup dan mati :))

Obat Herbal Susah Tidur Says:
Rabu, Februari 06, 2013

keren... penuh insvirasi... salam kenal

komplikasi Says:
Rabu, Februari 06, 2013

trims abis. penuh pencerahan artikelnya

Pakistani matrimonial sites Says:
Selasa, Maret 19, 2013

I like this article very much because it is technical and very much useful for me to gather more knowledge. Good to read...Pakistan marriage | Pakistani Shadi

Pakistani matrimonial sites Says:
Kamis, Maret 21, 2013

This is my first time I visit here. I found so many interesting stuff in your blog especially its discussion. From the tons of comments on your articles, I guess I am not the only one having all the enjoyment here! Keep up the good work.Pakistan marriage | Pakistani Shadi

siska Says:
Selasa, September 03, 2013

Alfa adalah tokoh utama dalam Supernova selanjutnya yang berjudul Gelombang...

Poskan Komentar

Selesai baca, tinggalkan jejak ya!