Kalangan pemerhati, pelaku, penikmat, akademisi bahkan seluruh warga negara Indonesia hendaknya harus tahu dan bertindak mengenai permasalahan kesusastraan—sejarah--ini, sejenak kita tinggalkan isu bom buku dan gempa Jepang yang sudah terlalu banyak peredaran beritanya. Bangsa hendaknya prihatin dengan salah satu harta karunnya yang diujung tanduk, jika tidak secepatnya kita selamatkan.
0 KOIN UNTUK SASTRA, SELAMATKAN PUSAT DOKUMENTASI SASTRA H.B JASSIN
Diposting oleh
Kampung Karya
Minggu, 20 Maret 2011
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
Sastra Indonesia
0
komentar
Kalangan pemerhati, pelaku, penikmat, akademisi bahkan seluruh warga negara Indonesia hendaknya harus tahu dan bertindak mengenai permasalahan kesusastraan—sejarah--ini, sejenak kita tinggalkan isu bom buku dan gempa Jepang yang sudah terlalu banyak peredaran beritanya. Bangsa hendaknya prihatin dengan salah satu harta karunnya yang diujung tanduk, jika tidak secepatnya kita selamatkan.
0 APA YANG KAU PIKIRKAN PIAZON?
Diposting oleh
Kampung Karya
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
semua tentang JUVENTUS
0
komentar
![]() |
| Lucas Piazon di Olimpico Turin |
Lucas Piazon, ‘wonderkid’ yang digadang-gadang menjadi suksesor Kaka gagal menjadi pemain Juventus? Ini sebuah fakta menyedihkan, terlebih di pertengahan musim 2010/2011 sang bocah telah ‘hampir’ menjadi pemain Juventus di usianya ke 18 di tahun 2011 nanti, bahkan dia sempat ke Turin untuk ikut berlatih di Vinovo dan menyatakan keinginan untuk berbaju hitam-putih. Apa yang kau pikirkan Piazon?
0 TOMADACHI DAY di FIB Undip
Diposting oleh
Kampung Karya
Jumat, 18 Maret 2011
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
Budaya Lintas-Negara,
catatan kampoeng-ku
0
komentar
Dua acara menarik hari ini sungguh menggoda. Pertama, presentasi PPAN (Pertukaran Pemuda Antar Negara) oleh Yoga Pratama yang diadakan oleh EDSA di gedung FIB, ruangan A.3.8 jam 13.30 WIB. Secara bersamaan di ruangan A.3.6 dan jam yang sama diadakan juga acara bulanan HMJ Sastra Jepang, Tomodachi Day. Sumpah, aku kebingungan mau ke acara yang mana.
0 Ada Hal yang Tidak Selalu Bisa Dijelaskan
Diposting oleh
Kampung Karya
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
catatan kampoeng-ku
0
komentar
Rahasia merupakan penyimpanan yang paling dalam, memasung sebagai realitas tubuh yang paling jenuh. Ketika apa yang terjadi dengan orang lain, ada titik dimana kita merasa waktu kurang menghampiri dengan segala muatannya. Kerap kita merasa sedih dengan apa yang kita miliki dan menyerahkan semuanya pada airmata, karena sekali lagi. Beberapa hal tidak selalu bisa dijelaskan, bahkan oleh kita sendiri. Itulah rahasia.
0 AKU LINGUIS (YANG) NYASTRA
Diposting oleh
Kampung Karya
Kamis, 17 Maret 2011
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
catatan kampoeng-ku,
Linguis
0
komentar
Peminatan di Prodi Sastra Indonesia memang baru akan diambil di semester VI, namun aku sudah menentukan pilihan dari sekarang dan semoga pilihan ini adalah juga pilihan dari ALLAH SWT sebagai pilihan terbaik. Aku dari awal sudah merencakan akan mengambil peminatan Linguistik (kebahasaan) dari dua peminatan lainnya; sastra dan filologi. Anehnya, teman-temanku bakal kaget kalau kuutarakan niatku ini, karena memang selama ini yang lebih terang dari bakatku adalah sastra. Aku lantas bergembira, karena aku adalah Linguis yang Nyastra.
1 ARTI KARTU PERS BAGI (KAMI) WARTAWAN (KAMPUS)
Diposting oleh
Kampung Karya
Selasa, 15 Maret 2011
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
tulisan tentang organisasi
1 komentar
(foto sepertinya menyusul, sinyalku terlalu lemot, udah setengah jam nunggu nggak kelar-kelar..)
LPM Hayamwuruk mendapat undangan untuk meliput acara NGOBRAS (Ngobrol Bareng, Sante) yang diadakan oleh HMJ Perpustakaan, Fak. Ilmu Budaya, Undip. acara mirip seminar ini akan mengangkat pembahasaan tentang public speaking, mengundang Mbak Shinta dan Bu. Yeyen. Nama pertama merupakan pelaku dibidang public speaker, sebagai MC, penyiar radio, pengajar dan jurnalis.
0 Asam Pedas dalam Belanga Kata Alfikry Ilmi
Diposting oleh
Kampung Karya
Senin, 14 Maret 2011
Label: seni, puisi, artikel, cerpen, esai
esai sastra QHI
0
komentar
Ada saatnya ketika saya terasuk oleh puisi sederhana. Tadi pagi aku menerima sebuah puisi yang di telentangkan kawanku Alfikry Ilmi di dinding FB. Pagi sekali, sebuah sajak pendek yang judulnya membuat perut juga nalar puisiku bermain-main. Semoga saja besok FB tidak benar-benar ditutup ya, karena saya akan sangat merindukan momen seperti ini, dimana sebuah puisi mengajak bahkan memaksa untuk menuliskannya kembali dalam uraian sederhana.







