2 The Killers Masih Tetap Hidup

Sabtu, 01 Desember 2012

Artikel ini terbit dalam Bahasa Inggris (29/11/12) di www.straight.com  ditulis oleh John Lucas.  Kemudian oleh @BangDayyy dialihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia.


Penyanyi Brandon Flowers dan bandnya mungkin menjadi band beraliran rock 'n' roll (mainstream) terbesar yang terakhir ada.

Sangat bagus jika sebuah masalah terselesaikan, tapi The Killers memiliki sebuah dilema. Band dari Las Vegas yang terdiri dari empat orang itu memiliki masalah baru dengan album terbaru mereka, Battle Born, yaitu kesulitan menentukan lagu mana yang tidak akan mereka sertakan dalam tur. Pentolan The Killers, Brandon Flowers mengatakan kepada Straight bahwa Ia dan anggota band lainnya—Dave  Keuning (gitaris), Mark Stoermer (bassis), dan Ronnie Vannucci Jr. (drumer)—harus menahan diri untuk memainkan seluruh lagu dalam Battle Born.

1 Kini, Palestina Adalah Sebuah Negara

Jumat, 30 November 2012


Apa yang tampak dari gambar di atas? Keceriaan dan segala bentuk rasa bebas bercampur di wajah warga Palestina di Ramallah, Tepi Barat. Pada tanggal 29 November 2012 waktu New York Palestina dan seluruh simpatisannya mendapat kabar gembira dari Majelis Umum (MU) PBB yang menyatakan secara de facto status Palestina menjadi non member observer state. Status ini meningkat setelah sebelumnya Palestina hanya disebut non member observer entity.

0 Untunglah, Timnas Indonesia Masih Beruntung!

Rabu, 28 November 2012


Permainan Timnas Indonesia di babak pertama ketika melawan Si Singa alias Singapura membuat penonton yang cepat “naik darah” mencak-mencak. Bagaimana tidak, jika saja kalah di pertandingan itu, jalan Indonesia semakin sulit untuk lolos dari fase grup. Terlebih Singapura tengah dalam tren baik setelah “menghancurkan” Malaysia dengan tiga gol tak berbalas.

0 Berantas Korupsi Sampai ke Akar

Sabtu, 17 November 2012

untuk mendukung tulisan ini anda bisa mengapresiasinya di sini http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/818/Qur'anul%20Hidayat.html

Satu pertanyaan penting yang terlebih dahulu harus saya jawab sebelum menggerakkan roda pemberantasan korupsi melalui KPK di Indonesia adalah: Apakah korupsi dikarenakan mental bangsa ini sudah sedemikian bobrok atau karena adanya sistem yang membuka lebar kesempatan untuk melakukannya?

Mencoba untuk tidak klise, saya menjawab, “Ya! Korupsi di Indonesia memang dikarenakan mental bangsa ini sudah semakin bobrok. Tambah mengkhawatirkan karena sistem memberi celah bagi koruptor. Ironisnya sistem pulalah yang menutup jalan bagi pemberantasannya.”

1 INFERIORITAS

Jumat, 09 November 2012


Apa peninggalan para penjajah pada bangsa ini yang masih kekal dan awet sampai sekarang? Bukan bangunannya karena sudah banyak juga yang rubuh, bukan makanannya karena sudah banyak makanan baru yang menggantikannya. Apa itu? Tak lain mental inlander dan inferioritas. Pada dasarnya sikap ini memandang tinggi bangsa-bangsa luar, sebaliknya menganggap dirinya—bangsanya—lebih rendah dari bangsa lain (terutama terhadap bangsa-bangsa Barat).

8 Strategi Bicara

Jumat, 12 Oktober 2012

Malam ini saya ingin ngeposting santai tentang kultwitku (twit bersambung dan berkesinambungan) tentang BICARA. Kalian bisa cek di @QuranulHidayat (cek di sini) dan hashtag #qhi

cekiprit ya:

Ketika kamu berargumen, laluilah proses mendengarkan terlebih dahulu. Dengan begitu, kau bisa mengatur strategi bicara.

Thank you for smoking adalah film menarik tentang bagaimana "bicara" aka berargumen tanpa harus selalu benar. Mau tahu kenapa? simak. 

0 Tetap Tegaklah, KPK!

Sabtu, 06 Oktober 2012
gambar
Oleh: Qur’anul Hidayat Idris

Save KPK! Save Indonesia!”

Kata-kata di atas menggema baik di depan Gedung KPK mau pun di ranah dunia maya semacam facebook, twitter dan blog. Semua orang seakan “ditampar” keras hingga sadar bahwa KPK tengah mendapat ancaman dan sesegera mungkin harus dibela.
Reaksi masyarakat ini tak lepas dari harapan yang digantungkan di “pundak KPK” untuk segera—secara bertahap—menyingkirkan berbagai kasus korupsi di tanah air yang semakin menjamur. KPK bagi masyarakat Indonesia menjelma seperti sosok superhero yang memberi sepercik harapan akan hadirnya keadilan. Mereka jelas sudah terlalu muak melihat setiap hari satu persatu “harta” mereka hilang, lenyap oleh segelintir orang.